Puluhan Alat Berat Dikerahkan, Pemulihan Akses Jalan dan Jembatan di Sumatera Dikebut
Jum'at, 09 Januari 2026 - 17:48 WIB
Di lapangan, Hutama Karya mendukung pekerjaan darurat di sejumlah titik strategis yang berdampak langsung terhadap akses transportasi. Di Pidie Jaya, alat berat seperti excavator dimobilisasi untuk membersihkan material longsor. Sementara di Takengon, penanganan Jembatan Krueng Pelang diperkuat dengan pemasangan Jembatan Bailey serta dukungan crane, wheel loader, dan dump truck.
Dukungan juga dilakukan pada ruas Gayo Lues–Blangkejeren dengan pengerahan belasan unit excavator dan wheel loader guna mempercepat penanganan badan jalan. Pada wilayah Lawe Alas, Natam, Ketambe, dan Kampung Simpur, pekerjaan mencakup perbaikan jalan akses serta pembangunan tanggul sungai untuk mengamankan jalur transportasi dari ancaman banjir.
Pada koridor Gayo Lues–Kutacane, penanganan dilakukan di Jembatan Lawe Penanggalan dan Jembatan Mengkudu I, termasuk pengalihan aliran sungai, pembuatan tanggul, pemindahan jalan akses sementara, serta perbaikan badan jalan yang terdampak erosi.
Di Aceh Tamiang, percepatan pemulihan dilakukan di sejumlah titik seperti Karang Baru, Kuala Simpang, hingga Desa Lintang Kuala dengan dukungan lebih dari 10 unit alat berat yang terdiri dari excavator, motor grader, dan dump truck. Selain akses jalan, rehabilitasi instalasi pengolahan air (IPA) juga dilakukan untuk memulihkan layanan air bersih bagi warga.
Baca Juga: Pratikno: Akses Transportasi di Aceh-Sumatera Mulai Terhubung
Dukungan juga dilakukan pada ruas Gayo Lues–Blangkejeren dengan pengerahan belasan unit excavator dan wheel loader guna mempercepat penanganan badan jalan. Pada wilayah Lawe Alas, Natam, Ketambe, dan Kampung Simpur, pekerjaan mencakup perbaikan jalan akses serta pembangunan tanggul sungai untuk mengamankan jalur transportasi dari ancaman banjir.
Pada koridor Gayo Lues–Kutacane, penanganan dilakukan di Jembatan Lawe Penanggalan dan Jembatan Mengkudu I, termasuk pengalihan aliran sungai, pembuatan tanggul, pemindahan jalan akses sementara, serta perbaikan badan jalan yang terdampak erosi.
Di Aceh Tamiang, percepatan pemulihan dilakukan di sejumlah titik seperti Karang Baru, Kuala Simpang, hingga Desa Lintang Kuala dengan dukungan lebih dari 10 unit alat berat yang terdiri dari excavator, motor grader, dan dump truck. Selain akses jalan, rehabilitasi instalasi pengolahan air (IPA) juga dilakukan untuk memulihkan layanan air bersih bagi warga.
Baca Juga: Pratikno: Akses Transportasi di Aceh-Sumatera Mulai Terhubung
Lihat Juga :