Harta Karun Greenland Tak Mudah Digali, Ambisi Trump Terganjal Realita Alam Arktik

Senin, 12 Januari 2026 - 08:30 WIB
Proyek The White Mountain (Qaqortorsuaq) adalah tambang anortosit kaya kalsium yang sedang dikembangkan di Greenland. FOTO/Mining Technology
KOPENHAGEN - Tambang Qaqortorsuaq milik Lumina Sustainable Materials menjadi satu-satunya operasi pertambangan aktif di Greenland. Meski berada di wilayah Arktik yang kaya mineral dan kini menjadi sorotan global seiring dorongan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menguasai kawasan tersebut, tambang ini hingga kini belum mencatatkan keuntungan.

Berada di perairan terpencil Arktik, tambang Qaqortorsuaq hanya dapat diakses dengan kapal atau helikopter, sekitar 80 kilometer di sebelah barat Kangerlussuaq, tanpa akses jalan darat. Tambang ini menambang anortosit, mineral industri yang digunakan untuk serat kaca dan bahan bangunan, dengan tantangan logistik tinggi karena pengiriman suku cadang peralatan bisa memakan waktu satu hingga dua minggu.



"Kami harus memikirkan segalanya karena tidak bisa langsung telepon dan harap suku cadang datang pagi harinya," ujar Direktur Pelaksana Lumina, Bent Olsvig Jensen, saat dikunjungi Business Insider pada Juni lalu, dikutip Minggu (11/1/2026).

Baca Juga: AS Akan Beli Greenland, Setiap Warganya Diimingi Rp1,6 Miliar
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!