Fuel Terminal Tanjung Batu Jadi Bagian Penting Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina
Selasa, 13 Januari 2026 - 13:38 WIB
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa RDMP Balikpapan beserta fasilitas pendukungnya, termasuk Fuel Terminal Tanjung Batu, merupakan proyek strategis nasional yang berperan penting dalam mengurangi ketergantungan impor energi.
"Sekarang di sini kita membangun landasan energi nasional menuju kedaulatan energi. Negara harus menguasai cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Ke depan, kita hanya akan mengimpor minyak mentah, bukan produk jadi," ucap Bahlil dalam keterangan pers, Selasa (13/1/2026).
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa proyek RDMP Balikpapan dirancang sebagai infrastruktur energi terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk penguatan fasilitas distribusi melalui Terminal BBM Tanjung Batu untuk menjamin pasokan energi ke wilayah Indonesia bagian Timur.
Integrasi kilang, pipa, dan Terminal BBM, jelas dia, menjadi tonggak penting dalam upaya Pertamina meningkatkan kemandirian energi nasional, sekaligus memperkuat peran strategis perusahaan sebagai sokoguru energi bangsa.
"RDMP terintegrasi juga dengan Fuel Terminal Tanjung Batu dengan volume 125.000 kiloliter yang bisa melayani distribusi ke Indonesia bagian Timur. Dengan demikian ini adalah salah satu wujud dan hari ini adalah tonggak sejarah dari ikhtiar panjang kita sebagai bangsa untuk dapat semakin meningkatkan kemandirian kita di bidang energi," ungkap Simon.
"Sekarang di sini kita membangun landasan energi nasional menuju kedaulatan energi. Negara harus menguasai cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Ke depan, kita hanya akan mengimpor minyak mentah, bukan produk jadi," ucap Bahlil dalam keterangan pers, Selasa (13/1/2026).
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa proyek RDMP Balikpapan dirancang sebagai infrastruktur energi terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk penguatan fasilitas distribusi melalui Terminal BBM Tanjung Batu untuk menjamin pasokan energi ke wilayah Indonesia bagian Timur.
Integrasi kilang, pipa, dan Terminal BBM, jelas dia, menjadi tonggak penting dalam upaya Pertamina meningkatkan kemandirian energi nasional, sekaligus memperkuat peran strategis perusahaan sebagai sokoguru energi bangsa.
"RDMP terintegrasi juga dengan Fuel Terminal Tanjung Batu dengan volume 125.000 kiloliter yang bisa melayani distribusi ke Indonesia bagian Timur. Dengan demikian ini adalah salah satu wujud dan hari ini adalah tonggak sejarah dari ikhtiar panjang kita sebagai bangsa untuk dapat semakin meningkatkan kemandirian kita di bidang energi," ungkap Simon.
Lihat Juga :