Imbas Blokade AS, Impor Minyak China dari Venezuela Anjlok 75%

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:56 WIB
Namun, pembeli China tidak terburu-buru mencari pengganti. China menimbun minyak Venezuela akhir tahun lalu antara 43 juta hingga 52 juta barel masih dalam perjalanan ke Asia, menurut perkiraan Kpler dan Vortexa. China mencetak rekor 660.000 barel per hari minyak mentah Venezuela pada November sebelum volume turun menjadi sekitar 450.000 barel per hari pada Desember karena tangki penyimpanan penuh.

Baca Juga: Iran Tutup Wilayah Udaranya, Serangan AS Dilaporkan Segera Terjadi

Untuk kuartal kedua, kilang teapot mungkin beralih ke jenis Kanada seperti Cold Lake dan Access Western Blend, atau minyak Rusia dan Iran yang didiskon, kata para pedagang. Minyak mentah berat Iran, yang diperdagangkan sekitar USD10 per barel di bawah Brent, tetap menjadi alternatif termurah.

Prospek Jangka Panjang

Analis di Pusat Kebijakan Energi Global Universitas Columbia mencatat, intervensi AS telah meningkatkan risiko geopolitik bagi investasi China di masa depan di seluruh Amerika Latin. China National Petroleum Corporation mengoperasikan beberapa usaha patungan dengan PDVSA, dan sebagian ekspor Venezuela dialokasikan untuk membayar utang tertunggak sekitar USD10-12 miliar ke Beijing.

Profesor peneliti di New York University, Amy Myers Jaffe, mengatakan kepada The Conversation bahwa respons keseluruhan China tetap menjadi ketidakpastian utama. "Ada cukup minyak yang tersedia di pasar global untuk memberikan apa yang diinginkan China, meskipun tidak berasal dari Venezuela," katanya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!