70% Modal Asing, Proyek Hilirisasi Sepanjang 2025 Tarik Investasi Rp581 Triliun

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:52 WIB


Meskipun saat ini, hilirisasi mineral masih menjadi kontributor terbesar dengan total investasi Rp373,1 triliun. Di dalamnya, nikel mendominasi sebesar Rp185,2 triliun, diikuti tembaga Rp65,9 triliun, bauksit Rp53,1 triliun, besi baja Rp39,2 triliun, timah Rp11,3 triliun, serta komoditas mineral lainnya seperti pasir silika, emas, perak, kobalt, mangan, batubara, dan aspal Buton sebesar Rp18,4 triliun.

Selain mineral, sektor perkebunan dan kehutanan juga mencatatkan kontribusi besar dengan total investasi Rp144,5 triliun. Investasi terbesar berasal dari kelapa sawit Rp62,8 triliun dan kayu log Rp62,2 triliun, disusul karet Rp12,9 triliun serta komoditas lain seperti pala, pinus, kelapa, kakao, dan biofuel sebesar Rp6,6 triliun.

Hilirisasi sektor ini diarahkan untuk memperkuat industri turunan seperti oleokimia, biomaterial, dan energi terbarukan. "Tahun ini saya perkirakan sektor perikanan dan perkebunan akan tumbuh lebih tinggi dapat investasi untuk hilirisasi," tambah Rosan.

Sektor minyak dan gas bumi mencatatkan realisasi investasi hilirisasi sebesar Rp60,0 triliun, yang terdiri dari minyak bumi Rp41,7 triliun dan gas bumi Rp18,3 triliun. Terutama untuk pengembangan kilang, petrokimia, dan fasilitas pengolahan lanjutan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!