Perjanjian Dagang Indonesia–EU CEPA Bakal Rampung 2026, Tarif Ekspor ke Eropa 0%

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:27 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani mengatakan, perjanjian dagang IEU-CEPA masuk tahap ratifikasi pada tahun ini. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani mengatakan, perjanjian dagang Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement ( IEU-CEPA ) masuk tahap ratifikasi pada tahun ini. Rosan menerangkan, diplomasi ekonomi, seperti melalui perjanjian dagang, merupakan strategi pemerintah untuk menjaga iklim investasi .

Kehadiran investasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 8 persen dalam beberapa tahun ke depan. "Di kancah internasional kita sangat aktif menyelesaikan perjanjian kerja sama, misalnya Indonesia–Kanada, kemudian dengan Uni Eropa, target ratifikasi pada tahun ini," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (15/1/2026).



Kesepakatan ini akan menghasilkan penghapusan tarif sebagian komoditas Indonesia yang masuk pasar Eropa. Melalui kesepakatan itu, sekitar 95% ekspor ke Eropa saat ini akan dikenakan tarif 0 persen.

Baca Juga: Prabowo dan Presiden Komisi Eropa Percepat Perjanjian Kemitraan Ekonomi IEU-CEPA
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!