Redam Bola Liar Persepsi Pasar, BI Hadapi Ujian Kredibilitas Baru
Rabu, 28 Januari 2026 - 10:25 WIB
Sementara itu, IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas dan sempat menyentuh level 9.028 pada perdagangan intraday. Namun, Kusfiardi menekankan bahwa stabilitas awal ini belum dapat dijadikan tolok ukur sentimen jangka menengah.
Ia menilai risiko utama justru terletak pada persepsi pasar terhadap independensi Bank Indonesia. Dalam sistem keuangan modern, ekspektasi investor memainkan peran besar dalam menentukan arah pasar, sehingga persepsi menyempitnya jarak antara bank sentral dan kekuasaan eksekutif berpotensi memicu volatilitas.
Tekanan tersebut, lanjut dia, tidak selalu muncul dalam bentuk gejolak instan. Dampaknya dapat berkembang secara bertahap, mulai dari kenaikan premi risiko surat utang negara, tekanan nilai tukar, hingga perubahan arah arus modal asing.
Kusfiardi menambahkan, risiko dominasi fiskal kerap hadir bukan sebagai kebijakan eksplisit, melainkan sebagai ekspektasi yang terbentuk dari sinyal politik dan kedekatan institusional. Kondisi ini berpotensi menimbulkan biaya kredibilitas, terutama jika stabilisasi jangka pendek mengandalkan intervensi agresif di pasar valuta asing.
Ia mengingatkan langkah tersebut dapat menggerus cadangan devisa, yang per akhir Desember 2025 tercatat sekitar USD156 miliar. Dalam konteks ini, pengangkatan Deputi Gubernur BI dinilai sebagai awal pengujian kredibilitas institusional, bukan sekadar penutup polemik politik.
Ia menilai risiko utama justru terletak pada persepsi pasar terhadap independensi Bank Indonesia. Dalam sistem keuangan modern, ekspektasi investor memainkan peran besar dalam menentukan arah pasar, sehingga persepsi menyempitnya jarak antara bank sentral dan kekuasaan eksekutif berpotensi memicu volatilitas.
Tekanan tersebut, lanjut dia, tidak selalu muncul dalam bentuk gejolak instan. Dampaknya dapat berkembang secara bertahap, mulai dari kenaikan premi risiko surat utang negara, tekanan nilai tukar, hingga perubahan arah arus modal asing.
Kusfiardi menambahkan, risiko dominasi fiskal kerap hadir bukan sebagai kebijakan eksplisit, melainkan sebagai ekspektasi yang terbentuk dari sinyal politik dan kedekatan institusional. Kondisi ini berpotensi menimbulkan biaya kredibilitas, terutama jika stabilisasi jangka pendek mengandalkan intervensi agresif di pasar valuta asing.
Ia mengingatkan langkah tersebut dapat menggerus cadangan devisa, yang per akhir Desember 2025 tercatat sekitar USD156 miliar. Dalam konteks ini, pengangkatan Deputi Gubernur BI dinilai sebagai awal pengujian kredibilitas institusional, bukan sekadar penutup polemik politik.
Lihat Juga :