Rupiah Tak Bertenaga, Hari Ini Berakhir Melemah ke Rp16.786 per Dolar AS

Jum'at, 30 Januari 2026 - 17:48 WIB
Adapun Warsh yang kalah dari Powell untuk posisi puncak Fed pada tahun 2017, sebagian besar mendukung seruan Trump untuk pemotongan suku bunga yang lebih agresif oleh Fed. Namun, potensi nominasi Warsh muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar atas independensi Fed, di tengah seruan berulang dari Trump agar bank sentral memangkas suku bunga secara tajam.

Selain itu ketegangan memanas di tengah peningkatan kekuatan militer AS di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mendesak Iran untuk duduk di meja perundingan dan membuat kesepakatan tentang senjata nuklir atau menghadapi serangan AS, yang memicu ancaman dari Teheran untuk membalas dengan keras.

Pemerintahan Trump akan menjamu pejabat senior pertahanan dan intelijen dari Israel dan Arab Saudi untuk pembicaraan terpisah tentang Iran minggu ini di Washington, menurut dua orang yang mengetahui masalah tersebut. Pejabat AS mengatakan, Trump sedang meninjau opsi-opsinya tetapi belum memutuskan apakah akan menyerang Iran.

Dari sentimen domestik, Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pengelolaan Cadangan devisanya sebagai instrumen utama menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menumbuhkan kepercayaan pasar global di tengah meningkatnya volatilitas keuangan internasional.

Baca Juga: Tensi Geopolitik Memanas, Dolar AS Kembali Jadi Primadona

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!