Pemerintah Cari Cara Tekan Inflasi Jelang Ramadan dan Idulfitri, Stimulus Disiapkan
Sabtu, 31 Januari 2026 - 16:18 WIB
Atas dasar itu, pemerintah menyiapkan stimulus berupa pemberian diskon transportasi dan diskon tarif tol, serta pemberian bantuan pangan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berada pada desil 1 sampai dengan 4, di bulan Februari dan Maret 2026.
“Pemerintah juga terus mendorong di daerah bencana untuk dukungan infrastruktur dan logistik agar kita bisa menjaga, dan tadi disampaikan bahwa di daerah tersebut inflasi sudah mulai turun. Kemudian untuk menjelang Hari Raya Lebaran nanti, beberapa program telah dipersiapkan, termasuk untuk diskon transportasi, baik itu pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, dan juga jalan tol itu sudah dipersiapkan. Demikian pula untuk bantuan sosial, baik itu beras maupun minyak kita sedang siapkan juga,” ujar Airlangga.
Baca Juga: BPS Sebut Diskon Transportasi Belum Mampu Bendung Inflasi Desember 2025
Kementerian menekankan bahwa pencapaian inflasi tahun 2025 yang sebesar 2,92% (yoy) dan terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Hal ini menunjukkan keberhasilan sinergi kebijakan antara Pemerintah dan Bank Indonesia. Sinergi kebijakan moneter Bank Indonesia dan kebijakan fiskal Pemerintah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga inflasi sesuai dengan sasaran.
“Pemerintah juga terus mendorong di daerah bencana untuk dukungan infrastruktur dan logistik agar kita bisa menjaga, dan tadi disampaikan bahwa di daerah tersebut inflasi sudah mulai turun. Kemudian untuk menjelang Hari Raya Lebaran nanti, beberapa program telah dipersiapkan, termasuk untuk diskon transportasi, baik itu pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, dan juga jalan tol itu sudah dipersiapkan. Demikian pula untuk bantuan sosial, baik itu beras maupun minyak kita sedang siapkan juga,” ujar Airlangga.
Baca Juga: BPS Sebut Diskon Transportasi Belum Mampu Bendung Inflasi Desember 2025
Kementerian menekankan bahwa pencapaian inflasi tahun 2025 yang sebesar 2,92% (yoy) dan terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Hal ini menunjukkan keberhasilan sinergi kebijakan antara Pemerintah dan Bank Indonesia. Sinergi kebijakan moneter Bank Indonesia dan kebijakan fiskal Pemerintah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga inflasi sesuai dengan sasaran.
(akr)
Lihat Juga :