Pertamina Berhasil Boyong 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair
Minggu, 01 Februari 2026 - 16:36 WIB
Pengapalan ini menjadi tonggak penting operasional Pertamina di Afrika Utara, sekaligus menandai keberlanjutan produksi setelah perpanjangan Kontrak Bagi Hasil Produksi Blok 405A yang menjamin kelangsungan operasi hingga 25 tahun ke depan.
Kapal MT Spyros menempuh pelayaran laut lebih dari satu bulan sejak berangkat pada 24 Desember 2025 sebelum tiba di Cilacap untuk proses pembongkaran muatan. Saat sandar, kapal terhubung langsung dengan Control Room Refinery Unit (RU) IV Cilacap guna memastikan proses penerimaan minyak mentah berjalan aman, terintegrasi, dan terkendali. Kegiatan penerimaan kargo perdana tersebut disaksikan secara terhubung dari tiga lokasi, yakni Grha Pertamina Jakarta, Control Room RU IV Cilacap, serta lokasi operasional Pertamina di Aljazair.
Baca Juga: Pertama Kali dalam 9 Tahun, Produksi Minyak Indonesia Naik di 2025
Simon menekankan keberhasilan pengapalan ini merupakan hasil sinergi lintas entitas di lingkungan Pertamina, mulai dari PT Pertamina Internasional EP sebagai produsen, Pertamina International Shipping sebagai pelaksana pengangkutan, hingga Kilang Pertamina Internasional sebagai pengelola pengolahan minyak mentah di dalam negeri.
"Sinergi ini telah mampu memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok energi global, membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di kaki sendiri," tambah Simon.
Kapal MT Spyros menempuh pelayaran laut lebih dari satu bulan sejak berangkat pada 24 Desember 2025 sebelum tiba di Cilacap untuk proses pembongkaran muatan. Saat sandar, kapal terhubung langsung dengan Control Room Refinery Unit (RU) IV Cilacap guna memastikan proses penerimaan minyak mentah berjalan aman, terintegrasi, dan terkendali. Kegiatan penerimaan kargo perdana tersebut disaksikan secara terhubung dari tiga lokasi, yakni Grha Pertamina Jakarta, Control Room RU IV Cilacap, serta lokasi operasional Pertamina di Aljazair.
Baca Juga: Pertama Kali dalam 9 Tahun, Produksi Minyak Indonesia Naik di 2025
Simon menekankan keberhasilan pengapalan ini merupakan hasil sinergi lintas entitas di lingkungan Pertamina, mulai dari PT Pertamina Internasional EP sebagai produsen, Pertamina International Shipping sebagai pelaksana pengangkutan, hingga Kilang Pertamina Internasional sebagai pengelola pengolahan minyak mentah di dalam negeri.
"Sinergi ini telah mampu memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok energi global, membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di kaki sendiri," tambah Simon.
Lihat Juga :