Harga Terkoreksi, Saham EMAS Tetap Menarik Secara Fundamental
Senin, 02 Februari 2026 - 11:31 WIB
Koreksi harga emas global tidak mengubah pandangan struktural terhadap emas, yang masih diproyeksikan berada pada level tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Foto/Dok
JAKARTA - Harga emas global dalam beberapa hari terakhir mengalami koreksi jangka pendek setelah reli kuat sebelumnya. Namun koreksi ini tidak mengubah pandangan struktural terhadap emas, yang masih diproyeksikan berada pada level tinggi dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam laporan terbarunya, Goldman Sachs menegaskan bahwa penurunan jangka pendek emas bersifat teknikal dan volatilitas jangka pendek, sementara faktor utama pendukung harga emas tetap utuh. Permintaan dari bank sentral, lindung nilai terhadap risiko kebijakan global, serta minat investor institusional dinilai bersifat “sticky” dan tidak mudah berbalik arah.
Di tengah kondisi tersebut, PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) justru berada pada posisi yang semakin menarik. "Harga saham EMAS saat ini masih mencerminkan asumsi konservatif, sementara realisasi harga emas global berada jauh di atas asumsi tersebut," ungkap GM Corporate Communication Merdeka Copper Gold, Tom Malik.
Baca Juga: Saham EMAS Melesat Usai Umumkan Operasionalisasi Proyek Pani
Beberapa poin utama yang mendukung EMAS yakni koreksi emas bersifat jangka pendek, sementara outlook jangka menengah-panjang tetap positif. EMAS akan segera memasuki fase produksi, dengan Proyek Emas Pani diproyeksikan menghasilkan lebih dari 90.000 ounce emas per tahun pada tahap awal.
Dalam laporan terbarunya, Goldman Sachs menegaskan bahwa penurunan jangka pendek emas bersifat teknikal dan volatilitas jangka pendek, sementara faktor utama pendukung harga emas tetap utuh. Permintaan dari bank sentral, lindung nilai terhadap risiko kebijakan global, serta minat investor institusional dinilai bersifat “sticky” dan tidak mudah berbalik arah.
Di tengah kondisi tersebut, PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) justru berada pada posisi yang semakin menarik. "Harga saham EMAS saat ini masih mencerminkan asumsi konservatif, sementara realisasi harga emas global berada jauh di atas asumsi tersebut," ungkap GM Corporate Communication Merdeka Copper Gold, Tom Malik.
Baca Juga: Saham EMAS Melesat Usai Umumkan Operasionalisasi Proyek Pani
Beberapa poin utama yang mendukung EMAS yakni koreksi emas bersifat jangka pendek, sementara outlook jangka menengah-panjang tetap positif. EMAS akan segera memasuki fase produksi, dengan Proyek Emas Pani diproyeksikan menghasilkan lebih dari 90.000 ounce emas per tahun pada tahap awal.
Lihat Juga :