Pengaruh Dolar AS di Pasar Global Terancam di Tengah Politisasi Lembaga

Selasa, 03 Februari 2026 - 08:54 WIB
Ia memperingatkan bahwa “upaya drastis untuk mempolitisasi lembaga” bisa merusak efektivitas kerja sama internasional, terutama selama krisis ekonomi atau keuangan. Baca Juga: Rupiah Loyo ke Rp16.798, Imbas Trump Dukung Kevin Warsh jadi Bos The Fed

BaFin juga menyatakan kekhawatiran atas potensi “kekurangan likuiditas” yang disebabkan oleh guncangan geopolitik, Ia menyebutnya sebagai risiko “yang sangat krusial.”

Minggu ini, Bloomberg melaporkan bahwa para pedagang menaruh taruhan besar bahwa dolar AS akan terus turun di tengah ketidakpastian mengenai kebijakan Washington. Menurut surat kabar tersebut, pasar lebih pesimis tentang prospek jangka panjang dolar dibandingkan periode kapan pun sejak Mei 2025.

Sementara itu Trump sebelumnya menolak kekhawatiran atas lemahnya mata uang tersebut, Ia bersikeras bahwa dolar “berkinerja baik” dan bahwa dia ingin dolar “menguat di levelnya sendiri.”

Sedangkan IMF melaporkan pada bulan Oktober bahwa pangsa dolar dalam cadangan devisa global turun ke level terendah dalam tiga dekade, yaitu 56,3% dari cadangan yang dialokasikan antara April dan Juni tahun lalu. Namun, penurunan tersebut dikaitkan dengan perubahan valuasi mata uang, bukan karena penjualan secara sengaja oleh bank sentral.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!