Fundamental Solid, BNI Bukukan Laba Bersih Rp20 Triliun Sepanjang 2025
Selasa, 03 Februari 2026 - 15:36 WIB
Sepanjang 2025, BNI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 15,9% secara tahunan (yoy). Capaian intermediasi yang positif ini menunjukkan ketahanan model bisnis perseroan dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif di tengah tantangan ekonomi global.
Sementara, Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menambahkan pertumbuhan kredit tersebut sepenuhnya didanai oleh dana murah (CASA) yang tumbuh 28,9% (yoy). Komposisi ini didukung oleh lonjakan giro sebesar 43,8 persen dan pertumbuhan tabungan sebesar 11,2 persen yang memperkuat likuiditas perseroan.
Momentum akselerasi bisnis terlihat nyata pada kuartal IV-2025, di mana BNI membukukan Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) sebesar Rp9,4 triliun. Angka ini merupakan capaian tertinggi dibandingkan tiga kuartal sebelumnya, disokong oleh pertumbuhan net interest income (NII) dan fee based income (FBI).
Secara kumulatif, NII tercatat sebesar Rp40,3 triliun meskipun terdapat tekanan pada loan yield akibat penurunan suku bunga acuan. Sementara itu, pendapatan non-bunga naik 5,2% menjadi Rp24,6 triliun berkat peningkatan aktivitas transaksi di kanal digital, treasury, serta layanan trade finance.
Baca Juga: Kinerja Fundamental Solid, BNI Bukukan Laba Bersih Rp15,12 Triliun di Kuartal III-2025
Sementara, Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, menambahkan pertumbuhan kredit tersebut sepenuhnya didanai oleh dana murah (CASA) yang tumbuh 28,9% (yoy). Komposisi ini didukung oleh lonjakan giro sebesar 43,8 persen dan pertumbuhan tabungan sebesar 11,2 persen yang memperkuat likuiditas perseroan.
Momentum akselerasi bisnis terlihat nyata pada kuartal IV-2025, di mana BNI membukukan Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) sebesar Rp9,4 triliun. Angka ini merupakan capaian tertinggi dibandingkan tiga kuartal sebelumnya, disokong oleh pertumbuhan net interest income (NII) dan fee based income (FBI).
Secara kumulatif, NII tercatat sebesar Rp40,3 triliun meskipun terdapat tekanan pada loan yield akibat penurunan suku bunga acuan. Sementara itu, pendapatan non-bunga naik 5,2% menjadi Rp24,6 triliun berkat peningkatan aktivitas transaksi di kanal digital, treasury, serta layanan trade finance.
Baca Juga: Kinerja Fundamental Solid, BNI Bukukan Laba Bersih Rp15,12 Triliun di Kuartal III-2025
Lihat Juga :