Fundamental Solid, BNI Bukukan Laba Bersih Rp20 Triliun Sepanjang 2025

Selasa, 03 Februari 2026 - 15:36 WIB
Dari sisi manajemen risiko, BNI menunjukkan perbaikan kualitas aset dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto di level 1,9%. Angka Loan at Risk (LaR) juga membaik menjadi 8,5%, yang menandakan eksposur risiko kredit perseroan telah kembali ke kondisi sebelum pandemi.

Komitmen Pembiayaan Berkelanjutan

Guna mengantisipasi risiko di masa depan, BNI tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dengan NPL coverage ratio sebesar 205,5%. Paolo menekankan bahwa pemanfaatan data analytics dan early warning system menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas aset tetap terkendali secara granular.

Direktur Risk Management BNI, David Pirzada, menyampaikan bahwa BNI juga terus memperkuat praktik keberlanjutan. Hingga akhir 2025, portofolio pembiayaan berkelanjutan BNI mencapai Rp197 triliun atau setara 22 persen dari total kredit, yang disalurkan ke sektor energi terbarukan hingga UMKM.

Sebagai pionir green banking, BNI telah menerbitkan Sustainability Bond dan Green Bond masing-masing senilai Rp5 triliun. Perseroan juga meluncurkan ESG Advisory Playbook untuk subsektor kelapa sawit sebagai panduan transisi bagi debitur, menjadikan BNI bank pertama di Indonesia yang menginisiasi panduan tersebut.

BNI berkomitmen untuk terus memperluas pembiayaan pada sektor prioritas hijau guna mendukung target Net Zero Emission 2060 pemerintah. Transformasi ini diharapkan dapat menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan melalui integrasi prinsip ESG dalam setiap kebijakan operasional perusahaan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!