Gappmi Optimistis Menperin Mampu Harmonisasi Kebijakan Energi dan Industri
Selasa, 03 Februari 2026 - 22:20 WIB
Industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor dengan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) manufaktur dan sangat bergantung pada pasokan energi yang stabil dan efisien. Setiap tahapan proses produksi, mulai dari pemanasan, pendinginan, pengeringan, sterilisasi, hingga pengemasan, membutuhkan energi yang andal.
Selain itu, keberlangsungan rantai pendingin (cold chain) yang berperan penting dalam menjaga keamanan pangan juga sangat ditentukan oleh ketersediaan energi. Energi menjadi komponen biaya yang signifikan, sehingga kebijakan energi yang tepat dinilai krusial untuk menjaga efisiensi dan daya saing industri, baik di pasar domestik maupun global.
Baca Juga: Menperin Serahkan Penghargaan untuk Penerapan Industri Hijau Terbaik
Adhi juga berharap rencana pemberian Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) untuk sektor makanan dan minuman dapat segera direalisasikan guna mendukung keberlanjutan industri. Gappi optimistis keterlibatan Menperin dalam DEN akan menghadirkan perspektif yang lebih komprehensif dalam perumusan kebijakan energi. "Harapan kami untuk DEN juga bantu upayakan percepatan transisi menuju energi terbarukan (EBT) yang secara biaya investasi awal masih dinilai lebih mahal dibandingkan fosil, meliputi tingginya biaya investasi awal, infrastruktur jaringan yang belum memadai, serta regulasi yang belum sepenuhnya mendukung," imbuh Adhi.
Selain itu, keberlangsungan rantai pendingin (cold chain) yang berperan penting dalam menjaga keamanan pangan juga sangat ditentukan oleh ketersediaan energi. Energi menjadi komponen biaya yang signifikan, sehingga kebijakan energi yang tepat dinilai krusial untuk menjaga efisiensi dan daya saing industri, baik di pasar domestik maupun global.
Baca Juga: Menperin Serahkan Penghargaan untuk Penerapan Industri Hijau Terbaik
Adhi juga berharap rencana pemberian Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) untuk sektor makanan dan minuman dapat segera direalisasikan guna mendukung keberlanjutan industri. Gappi optimistis keterlibatan Menperin dalam DEN akan menghadirkan perspektif yang lebih komprehensif dalam perumusan kebijakan energi. "Harapan kami untuk DEN juga bantu upayakan percepatan transisi menuju energi terbarukan (EBT) yang secara biaya investasi awal masih dinilai lebih mahal dibandingkan fosil, meliputi tingginya biaya investasi awal, infrastruktur jaringan yang belum memadai, serta regulasi yang belum sepenuhnya mendukung," imbuh Adhi.
(nng)
Lihat Juga :