Gappmi Optimistis Menperin Mampu Harmonisasi Kebijakan Energi dan Industri
Selasa, 03 Februari 2026 - 22:20 WIB
loading...
Ketua Umum Gappmi Adhi S. Lukman. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Gappmi Optimistis Menperin Mampu Harmonisasi Kebijakan Energi dan Industri
JAKARTA-
Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gappmi) mengapresiasi terpilihnya Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Anggota Dewan Energi Nasional (DEN). Penunjukan tersebut dinilai strategis untuk memperkuat keterwakilan kepentingan sektor industri pengolahan dalam perumusan kebijakan energi nasional.
Ketua Umum Gappmi Adhi S. Lukman menilai kehadiran Menperin di DEN diharapkan mampu memperjuangkan harmonisasi kebijakan energi dan industri agar saling mendukung. Menurut dia, kebijakan tersebut menjadi semakin penting di tengah transisi energi dan tantangan global menuju produksi rendah emisi.
"Dengan posisi barunya di DEN, Menperin diharapkan mampu memperjuangkan harmonisasi kebijakan energi dan industri agar saling mendukung, terutama dalam menghadapi transisi energi dan tantangan global menuju produksi rendah emisi. Kehadirannya juga diharapkan dapat memperkuat advokasi untuk ketersediaan energi yang konsisten, termasuk listrik dan gas, yang sangat menentukan keberlanjutan kegiatan industri," ujar Adhi seperti dikutip, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Menperin Minta Insentif Mobil Listrik, Purbaya: Belum Sampai ke Saya Suratnya!
Industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor dengan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) manufaktur dan sangat bergantung pada pasokan energi yang stabil dan efisien. Setiap tahapan proses produksi, mulai dari pemanasan, pendinginan, pengeringan, sterilisasi, hingga pengemasan, membutuhkan energi yang andal.
Selain itu, keberlangsungan rantai pendingin (cold chain) yang berperan penting dalam menjaga keamanan pangan juga sangat ditentukan oleh ketersediaan energi. Energi menjadi komponen biaya yang signifikan, sehingga kebijakan energi yang tepat dinilai krusial untuk menjaga efisiensi dan daya saing industri, baik di pasar domestik maupun global.
Baca Juga: Menperin Serahkan Penghargaan untuk Penerapan Industri Hijau Terbaik
Adhi juga berharap rencana pemberian Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) untuk sektor makanan dan minuman dapat segera direalisasikan guna mendukung keberlanjutan industri. Gappi optimistis keterlibatan Menperin dalam DEN akan menghadirkan perspektif yang lebih komprehensif dalam perumusan kebijakan energi. "Harapan kami untuk DEN juga bantu upayakan percepatan transisi menuju energi terbarukan (EBT) yang secara biaya investasi awal masih dinilai lebih mahal dibandingkan fosil, meliputi tingginya biaya investasi awal, infrastruktur jaringan yang belum memadai, serta regulasi yang belum sepenuhnya mendukung," imbuh Adhi.
JAKARTA-
Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gappmi) mengapresiasi terpilihnya Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Anggota Dewan Energi Nasional (DEN). Penunjukan tersebut dinilai strategis untuk memperkuat keterwakilan kepentingan sektor industri pengolahan dalam perumusan kebijakan energi nasional.
Ketua Umum Gappmi Adhi S. Lukman menilai kehadiran Menperin di DEN diharapkan mampu memperjuangkan harmonisasi kebijakan energi dan industri agar saling mendukung. Menurut dia, kebijakan tersebut menjadi semakin penting di tengah transisi energi dan tantangan global menuju produksi rendah emisi.
"Dengan posisi barunya di DEN, Menperin diharapkan mampu memperjuangkan harmonisasi kebijakan energi dan industri agar saling mendukung, terutama dalam menghadapi transisi energi dan tantangan global menuju produksi rendah emisi. Kehadirannya juga diharapkan dapat memperkuat advokasi untuk ketersediaan energi yang konsisten, termasuk listrik dan gas, yang sangat menentukan keberlanjutan kegiatan industri," ujar Adhi seperti dikutip, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Menperin Minta Insentif Mobil Listrik, Purbaya: Belum Sampai ke Saya Suratnya!
Industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor dengan kontribusi terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) manufaktur dan sangat bergantung pada pasokan energi yang stabil dan efisien. Setiap tahapan proses produksi, mulai dari pemanasan, pendinginan, pengeringan, sterilisasi, hingga pengemasan, membutuhkan energi yang andal.
Selain itu, keberlangsungan rantai pendingin (cold chain) yang berperan penting dalam menjaga keamanan pangan juga sangat ditentukan oleh ketersediaan energi. Energi menjadi komponen biaya yang signifikan, sehingga kebijakan energi yang tepat dinilai krusial untuk menjaga efisiensi dan daya saing industri, baik di pasar domestik maupun global.
Baca Juga: Menperin Serahkan Penghargaan untuk Penerapan Industri Hijau Terbaik
Adhi juga berharap rencana pemberian Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) untuk sektor makanan dan minuman dapat segera direalisasikan guna mendukung keberlanjutan industri. Gappi optimistis keterlibatan Menperin dalam DEN akan menghadirkan perspektif yang lebih komprehensif dalam perumusan kebijakan energi. "Harapan kami untuk DEN juga bantu upayakan percepatan transisi menuju energi terbarukan (EBT) yang secara biaya investasi awal masih dinilai lebih mahal dibandingkan fosil, meliputi tingginya biaya investasi awal, infrastruktur jaringan yang belum memadai, serta regulasi yang belum sepenuhnya mendukung," imbuh Adhi.
(nng)
Lihat Juga :