Rupiah Kembali Lesu, Hari Ini Ambles ke Rp16.828 per Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:48 WIB
Di sisi lain, upaya mengejar penerimaan negara dinilai tidak mudah. Pemerintah mematok defisit anggaran sebesar Rp 689,14 triliun atau setara 2,68% dari produk domestik bruto (PDB).

Sorotan utama tertuju pada rasio pembayaran pokok dan bunga utang terhadap penerimaan negara atau debt service ratio (DSR). Rasio ini diperkirakan menembus 40%, jauh di atas ambang batas aman internasional sekitar 30%.

Berdasarkan analisis tersebut, Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup melemah dalam rentang Rp16.820 - Rp16.850 per dolar AS.

Sedangkan dari sentimen eksternal datang setelah Presiden AS, Donald Trump melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Rabu. Dimana mereka tidak mencapai kesepakatan "pasti" tentang bagaimana melanjutkan negosiasi dengan Iran, tetapi ia menegaskan negosiasi dengan Teheran akan berlanjut.

Pada hari Selasa, Trump mengatakan ia mempertimbangkan untuk mengirim kapal induk kedua ke Timur Tengah jika kesepakatan tidak tercapai dengan Iran. Bahkan ketika Washington dan Teheran bersiap untuk melanjutkan pembicaraan.

“Para diplomat AS dan Iran mengadakan pembicaraan tidak langsung pekan lalu di Oman. Tanggal dan tempat putaran pembicaraan AS-Iran berikutnya belum diumumkan,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!