Amran Sebut Nilai Tambah Hilirisasi Kelapa, Gambir, dan CPO Bisa Tembus Rp15.000 Triliun

Jum'at, 27 Februari 2026 - 14:45 WIB
Ia menjelaskan, pada komoditas kelapa, peluang hilirisasi semakin terbuka lebar seiring pergeseran pola konsumsi pangan global. Salah satunya terjadi di China, yang mulai beralih dari susu hewani seperti susu sapi dan kambing ke susu nabati berbasis kelapa atau coconut milk. “Ini coconut milk. Itu ada pergeseran pangan di China, itu dari susu sapi kambing bergeser ke susu yang dari kelapa. Ini nilainya ini total itu bisa potensi Rp5.000 triliun,” terang Amran.

Selain kelapa, Amran juga menyoroti komoditas gambir. Indonesia menguasai sekitar 80 persen bahan baku gambir dunia, namun proses pengolahan lanjutan masih banyak dilakukan di luar negeri. “Gambir kita diekspor ke India, lalu dijual kembali oleh India ke Amerika. Potensinya bisa mencapai Rp5.000 triliun,” katanya.

Baca Juga: Ekspor Tembus Rp27,4 Triliun, Amran Percepat Hilirisasi Kopi

Sementara pada komoditas CPO, Indonesia menguasai sekitar 60–70 persen pasar global. Melalui strategi penguatan program biofuel dan pengurangan impor solar, nilai tambah dari sektor ini dinilai dapat meningkat signifikan. “Baru 3 komoditas saja yang dihilirisasi bisa menghasilkan 15.000 triliun,” ujarnya.

Amran menekankan, transformasi hilirisasi bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan ekonomi, melainkan menyangkut keberlangsungan (survival) dan martabat bangsa di tengah persaingan global yang semakin ketat. “Sesungguhnya Allah mencintai orang yang bekerja. Jangan hanya berdoa, tapi juga harus bertindak. Indonesia harus dipaksa maju,” tegasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!