Jalan Nasional Pantura Wilayah Barat Bebas Lubang Sebelum Arus Mudik 2026
Sabtu, 28 Februari 2026 - 17:00 WIB
"Dilaporkan ada sekitar 7.000 lubang, sekarang sudah turun drastis ke angka 2.500. Kami pastikan sebelum arus mudik, hampir seluruhnya sudah pothole-free (bebas lubang)," ujar Menteri Dody saat meninjau ruas Pantura Kabupaten Indramayu, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Menteri Dody, fokus jangka pendek saat ini adalah pada penanganan cepat melalui metode patching untuk menjamin kelancaran dan keselamatan perjalanan mudik. Selain itu, Kementerian PU juga menyiapkan program overlay (pelapisan ulang) serta peningkatan konstruksi menjadi rigid pavement (beton) pada titik-titik kritis.
"Untuk itu Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Bina Marga menyiapkan program overlay (pelapisan ulang) dan penggunaan konstruksi beton (rigid pavement) di titik-titik kritis, terutama di segmen jalan sepanjang 100 kilometer menjelang perbatasan Jawa Tengah," ujar Menteri Dody.
Baca Juga: Deretan Diskon Tarif Transportasi selama Mudik Lebaran, Catat Tanggalnya
Menteri Dody juga menyoroti pentingnya normalisasi muara sungai dan sistem drainase di sepanjang jalur Pantura Barat, termasuk di aliran Citarum, Ciliwung, dan Cisadane, guna mencegah genangan dan banjir rob yang dapat mempercepat kerusakan jalan.
Menurut Menteri Dody, fokus jangka pendek saat ini adalah pada penanganan cepat melalui metode patching untuk menjamin kelancaran dan keselamatan perjalanan mudik. Selain itu, Kementerian PU juga menyiapkan program overlay (pelapisan ulang) serta peningkatan konstruksi menjadi rigid pavement (beton) pada titik-titik kritis.
"Untuk itu Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Bina Marga menyiapkan program overlay (pelapisan ulang) dan penggunaan konstruksi beton (rigid pavement) di titik-titik kritis, terutama di segmen jalan sepanjang 100 kilometer menjelang perbatasan Jawa Tengah," ujar Menteri Dody.
Baca Juga: Deretan Diskon Tarif Transportasi selama Mudik Lebaran, Catat Tanggalnya
Menteri Dody juga menyoroti pentingnya normalisasi muara sungai dan sistem drainase di sepanjang jalur Pantura Barat, termasuk di aliran Citarum, Ciliwung, dan Cisadane, guna mencegah genangan dan banjir rob yang dapat mempercepat kerusakan jalan.
Lihat Juga :