Iran Tutup Selat Hormuz, Jalur Minyak Dunia Terancam Lumpuh

Minggu, 01 Maret 2026 - 10:30 WIB

Lonjakan Harga Minyak

Kekhawatiran akan kelangkaan pasokan langsung mendorong harga minyak melonjak. Pada Jumat (27/2) atau sehari sebelum penutupan, harga minyak mentah Brent dan WTI masing-masing naik hampir 2,8% menjadi USD72,9 dan USD67 per barel. Lembaga keuangan ING Global memperingatkan bahwa gangguan ini akan berdampak besar, dengan sekitar 9 juta barel minyak mentah dan 6 juta barel produk olahan per hari terhambat, meskipun ada upaya pengalihan.

Dalam skenario terburuk, ING Global memproyeksikan harga minyak Brent bisa melonjak hingga USD140 per barel jika blokade berlangsung lama. "Pemblokadean berkepanjangan dapat menaikkan harga minyak Brent hingga 140 dolar AS per barel," bunyi laporan tersebut.

Baca Juga: Bandara Tersibuk di Dunia Rusak usai Iran Luncurkan Aksi Balasan, Ribuan Penumpang Terlantar

Skenario lain memperkirakan harga akan menyentuh USD100 per barel terlebih dahulu sebelum mereda ke kisaran USD80-90 per barel. Lonjakan harga minyak ini berpotensi memicu inflasi tinggi yang mengganggu pertumbuhan ekonomi global, mengingat pengalaman invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 sempat mendorong harga minyak menyentuh USD100 per barel.

Penelitian Dana Moneter Internasional (IMF) menunjukkan bahwa setiap kenaikan harga minyak global sebesar 10% cenderung meningkatkan inflasi domestik sekitar 0,4 poin persentase. Dampaknya akan sangat terasa di negara-negara pengimpor energi seperti China dan Turki, melalui kenaikan biaya bahan bakar, produksi industri, dan inflasi secara umum.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!