BEI Dorong Perusahaan Rintisan Cemplung ke Pasar Modal Indonesia

Kamis, 17 September 2020 - 22:59 WIB
Indonesia memiliki banyak perusahaan rintisan atau startup yang nilai valuasinya berhasil menyentuh angka lebih dari USD1 miliar, namun belum ada satu pun yang masuk ke pasar modal. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Indonesia memiliki banyak perusahaan rintisan atau startup yang nilai valuasinya berhasil menyentuh angka lebih dari USD1 miliar, beberapa startup di antaranya yaitu Gojek, Tokopedia, OVO hingga JD.id. Namun dari banyaknya startup yang ada di Tanah Air, belum ada satu pun yang masuk ke pasar modal Indonesia .

(Baca Juga: PSBB Direspons Positif, Airlangga: Pasar Saham Balik ke Zona Hijau )



Melihat hal ini, Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Patria Sjahrir menyebut bahwa pihaknya sedang melakukan penjajakan dengan beberapa startup untuk masuk ke pasar modal. Namun dalam penjajakan ini akan ada beberapa persoalan yang sedang dibahas bersama startup tersebut.

"Ada beberapa dan ini sedang kita address. Satu, soal founder shares, karena ada beberapa class of shares yang memang harus kita harus kita coba address agar bisa dimuat di capital market," ujar Pandu dalam acara webinar Inspiration Talk MNC Sekuritas, Kamis (17/9/2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!