Bitcoin Bergejolak Imbas Konflik Timur Tengah, Apa yang Perlu Dilakukan Investor?

Rabu, 04 Maret 2026 - 18:00 WIB
"Dalam kondisi pasar yang tidak menentu, diversifikasi portofolio menjadi salah satu pendekatan yang banyak dilakukan, termasuk mengalihkan sebagian eksposur ke aset kripto yang lebih stabil seperti stablecoin Tether (USDT) atau USD Coin (USDC), atau aset kripto berbasis emas seperti Tether Gold (XAUT) yang tengah menguat, sembari tetap menjaga alokasi terukur pada aset utama," jelas Antony.

Baca Juga: Rudal Iran Menghantam Pangkalan Militer AS Terbesar di Timur Tengah

Indodax menegaskan komitmennya menjaga likuiditas, keamanan sistem, dan transparansi di tengah dinamika pasar. "Di tengah dinamika geopolitik, disiplin manajemen risiko serta memiliki perspektif investasi jangka panjang tetap menjadi kunci untuk bersikap rasional dan adaptif menghadapi ketidakpastian global," kata dia.

Sebagai platform pertukaran kripto di Indonesia, Indodax juga mengimbau investor melakukan riset mandiri dan menerapkan manajemen risiko yang ketat. "Di saat pasar penuh tekanan makro seperti sekarang, strategi investasi bertahap atau Dollar Cost Averaging (DCA) tetap menjadi opsi paling bijak untuk memitigasi volatilitas," kata Antony.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!