Danantara Diragukan Fitch, Menko Airlangga: Masih Baru, Belum Semua Kenal
Kamis, 05 Maret 2026 - 20:29 WIB
Menko Airlangga merespons terkait keberadaan Danantara yang ikut jadi sorotan dalam laporan terbaru Fitch Ratings yang merevisi outlook peringkat utang Indonesia menjadi negatif. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan respons terkait keberadaan Danantara yang ikut menjadi sorotan dalam laporan terbaru Fitch Ratings yang merevisi outlook peringkat utang Indonesia menjadi negatif. Hal ini karena Fitch menilai masih ada sejumlah ketidakpastian soal Danantara, terutama terkait mandat investasi dan implikasinya terhadap fiskal negara.
Airlangga mengakui bahwa Danantara memang masih merupakan lembaga baru sehingga belum banyak dikenal oleh pelaku pasar global. “Danantara kan organisasi sovereign wealth fund yang baru. Tentu belum semuanya kenal,” kata Menko Airlangga saat ditemui di Menara Batavia, Kamis (5/3/2026).
Baca Juga: Bos Danantara Temui Pimpinan Moody's, Coba Yakinkan Ketahanan Ekonomi RI
Menurut Menko Airlangga, Fitch membutuhkan waktu untuk membangun rekam jejak sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pasar. “Track record-nya diperlukan. Oleh karena itu perhatian itu menjadi catatan,” ujarnya.
Airlangga menambahkan upaya memperkenalkan dan memperkuat kredibilitas lembaga tersebut akan menjadi tugas manajemen Danantara. “Upaya tentu diserahkan ke Danantara,” ungkap dia.
Airlangga mengakui bahwa Danantara memang masih merupakan lembaga baru sehingga belum banyak dikenal oleh pelaku pasar global. “Danantara kan organisasi sovereign wealth fund yang baru. Tentu belum semuanya kenal,” kata Menko Airlangga saat ditemui di Menara Batavia, Kamis (5/3/2026).
Baca Juga: Bos Danantara Temui Pimpinan Moody's, Coba Yakinkan Ketahanan Ekonomi RI
Menurut Menko Airlangga, Fitch membutuhkan waktu untuk membangun rekam jejak sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pasar. “Track record-nya diperlukan. Oleh karena itu perhatian itu menjadi catatan,” ujarnya.
Airlangga menambahkan upaya memperkenalkan dan memperkuat kredibilitas lembaga tersebut akan menjadi tugas manajemen Danantara. “Upaya tentu diserahkan ke Danantara,” ungkap dia.
Lihat Juga :