Satu Dekade Terakhir, China Terus Meninggalkan Utang AS

Minggu, 08 Maret 2026 - 22:09 WIB
Menurut laporan yang mengutip Administrasi Negara untuk Penukaran Mata Uang Asing China, bank-bank China memegang sekitar USD298 miliar dalam obligasi dengan mata uang dolar pada bulan September. Tidak jelas berapa banyak dari total tersebut yang terdiri dari Surat Utang AS.

Panduan tersebut disebut bermaksud untuk mendiversifikasi risiko pasar. Pada bulan Oktober, kedua pemimpin AS dan China sepakat pada gencatan perdagangan selama satu tahun, di mana tarif dan pengawasan ekspor atas barang masing-masing negara akan dikurangi.

Langkah terbaru Beijing muncul di tengah kekhawatiran yang lebih luas tentang fluktuasi imbal hasil obligasi AS dan ketergantungan yang besar pada aset yang bernilai dolar. Otoritas pengawas keuangan Jerman, BaFin, baru-baru ini juga memperingatkan bahwa peran dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia dapat menghadapi tantangan pada 2026 di tengah guncangan geopolitik dan tekanan pendanaan.

Peringatan Beijing ini muncul setelah Indeks Spot Dolar Bloomberg mencatat penurunan tajam sejak April lalu, setelah Trump mengumumkan tarif global yang lebih luas. Bulan lalu, Trump menyingkirkan kekhawatiran atas melemahnya mata uang tersebut, dengan mengatakan bahwa mata uang dolar AS “berjalan dengan baik” dan seharusnya diizinkan untuk “menentukan levelnya sendiri.”

Baca Juga: China Ambil 5 Pelajaran Penting dari Serangan AS-Israel ke Iran
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!