PLN Siapkan SPKLU dan Posko Siaga 24 Jam di Jalur Jawa–Bali

Sabtu, 14 Maret 2026 - 11:16 WIB
PLN memastikan kesiapan Posko Siaga PLN dan SPKLU di jalur strategis mudik Jawa menuju Bali. Salah satu titik penting berada di kawasan Anjungan Betutu Gilimanuk di Bali, dan Grand Watu Dodol Banyuwangi. Foto/Dok. SindoNews
BANYUWANGI - PT PLN (Persero) memastikan kesiapan Posko Siaga PLN dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum ( SPKLU ) di jalur strategis mudik Jawa menuju Bali. Salah satu titik penting berada di kawasan Anjungan Betutu Gilimanuk di Bali, dan Grand Watu Dodol Banyuwangi. Kedua lokasi tersebut menjadi lokasi transit utama pemudik dengan kendaraan listrik pada Lebaran 2026.

Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto, mengatakan posko siaga berfungsi sebagai pusat layanan teknis dan tempat istirahat bagi pemudik kendaraan listrik yang melakukan perjalanan jauh. “Di sini tersedia area rehat, makanan ringan, serta ruang tunggu bagi pengguna kendaraan listrik yang sedang menunggu proses pengisian daya,” kata Adi saat meninjau fasilitas SPKLU di Anjungan Betutu Gilimanuk, Jumat (13/3/2026). Baca juga: Perkuat Infrastruktur EV, PLN Cek Langsung SPKLU Jalur Surabaya–Bali



Posko tersebut menjadi bagian dari upaya PLN memberikan kenyamanan bagi pengguna kendaraan listrik yang melakukan perjalanan lintas provinsi. Terutama di jalur penyeberangan Jawa-Bali yang.

Menurut Adi, kawasan Gilimanuk dipilih karena menjadi titik strategis sekaligus destinasi kuliner lokal bagi para pemudik. Di sekitar lokasi tersedia berbagai makanan khas daerah seperti ayam betutu yang dapat menjadi pilihan bagi pengendara untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

PLN juga mengoperasikan Posko Siaga SPKLU di kawasan Grand Watu Dodol Banyuwangi, Jawa Timur, yang menjadi lokasi pengisian daya terakhir sebelum menyeberang ke Bali. “Biasanya di SPKLU ini sangat ramai saat mudik. Banyak pengguna kendaraan listrik yang mengisi daya penuh sebelum menyeberang ke Bali agar perjalanan mereka lancar sampai Denpasar,” kata Adi Priyanto.

Menurut Adi, meningkatnya penggunaan kendaraan listrik juga menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekaligus efisiensi biaya operasional kendaraan. Adi mengaku sempat mengobrol dengan sejumlah pengguna kendaraan listrik di lokasi, dan menurutnya biaya operasional kendaraan listrik dapat lebih hemat hingga 60 persen dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!