Sambut Libur Keagamaan, PLN Siapkan 142 SPKLU dan Pasokan Listrik Berlapis di Bali
Minggu, 15 Maret 2026 - 21:33 WIB
Direktur Utama PLN Icon Plus Anton mengatakan pengembangan fasilitas pengisian daya tersebut dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna kendaraan listrik yang terus meningkat. Selain itu, PLN juga menjajaki integrasi layanan pengisian kendaraan listrik dengan aplikasi milik pusat perbelanjaan agar pengguna dapat memperoleh berbagai promo dari tenant saat melakukan pengisian daya.
Baca Juga: Perkuat Infrastruktur EV, PLN Cek Langsung SPKLU Jalur Surabaya–Bali
Di sisi lain, kondisi sistem kelistrikan Bali secara umum berada dalam kondisi aman. Manajer Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Bali Komang Teddy Indra Kusuma menyebut cadangan operasi listrik mencapai lebih dari 20% atau sekitar 300 megawatt sehingga cukup untuk menghadapi periode siaga Nyepi, Ramadan, dan Idulfitri.
Kesiapan tersebut juga didukung oleh pembangkit listrik yang dikelola PLN Indonesia Power di Bali dengan total kapasitas sekitar 759 megawatt yang tersebar di sejumlah lokasi seperti Pesanggaran, Gilimanuk, Pemaron, dan Nusa Penida.
Di tingkat daerah, Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mempercepat penggunaan energi bersih melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap dan kendaraan listrik berbasis baterai. Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya menjaga Bali tetap bersih sekaligus memperkuat citra Pulau Dewata sebagai destinasi wisata berkelanjutan di tingkat global.
Baca Juga: Perkuat Infrastruktur EV, PLN Cek Langsung SPKLU Jalur Surabaya–Bali
Di sisi lain, kondisi sistem kelistrikan Bali secara umum berada dalam kondisi aman. Manajer Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Bali Komang Teddy Indra Kusuma menyebut cadangan operasi listrik mencapai lebih dari 20% atau sekitar 300 megawatt sehingga cukup untuk menghadapi periode siaga Nyepi, Ramadan, dan Idulfitri.
Kesiapan tersebut juga didukung oleh pembangkit listrik yang dikelola PLN Indonesia Power di Bali dengan total kapasitas sekitar 759 megawatt yang tersebar di sejumlah lokasi seperti Pesanggaran, Gilimanuk, Pemaron, dan Nusa Penida.
Di tingkat daerah, Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mempercepat penggunaan energi bersih melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap dan kendaraan listrik berbasis baterai. Kebijakan tersebut sejalan dengan upaya menjaga Bali tetap bersih sekaligus memperkuat citra Pulau Dewata sebagai destinasi wisata berkelanjutan di tingkat global.
(nng)
Lihat Juga :