Purbaya Kaji WFH Tiap Jumat, Konsumsi BBM Bakal Susut 20 Persen
Minggu, 22 Maret 2026 - 08:51 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan rencana lebih detail mengenai kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) satu hari dalam seminggu. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan rencana lebih detail mengenai kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) satu hari dalam seminggu. Langkah ini menjadi strategi utama pemerintah untuk mengantisipasi risiko seretnya pasokan minyak dunia akibat eskalasi perang di Timur Tengah.
Purbaya menyebutkan bahwa hari Jumat menjadi kandidat kuat untuk penerapan kebijakan ini bagi ASN maupun pegawai swasta. Baca Juga: Hemat BBM, Pemerintah Terapkan WFH ASN dan Swasta Usai Lebaran
"Jumat kan ditambah Sabtu-Minggu jadi 3 hari itu lumayan tuh untuk aktivitas di rumah, dan mungkin turisme juga akan terdorong sedikit," ujar Purbaya di Kantor Pusat DJP, Sabtu (21/3)
Pemilihan hari Jumat dinilai strategis karena berdekatan dengan akhir pekan (weekend). Selain untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi menuju kantor, skema ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor turisme domestik.
Meskipun optimistis, Menkeu menekankan bahwa tidak semua sektor bisa menerapkan kebijakan ini. Pemerintah sedang mengkaji jenis pekerjaan apa saja yang tetap harus dilakukan secara luring agar produktivitas tidak menurun.
"WFH bagaimana itu kadang-kadang ada hal-hal yang nggak bisa dikerjakan dengan baik kalau disuruh WFH. Karena kalau kita lihat WFH pasti kabur tuh," terang Purbaya.
Purbaya menyebutkan bahwa hari Jumat menjadi kandidat kuat untuk penerapan kebijakan ini bagi ASN maupun pegawai swasta. Baca Juga: Hemat BBM, Pemerintah Terapkan WFH ASN dan Swasta Usai Lebaran
"Jumat kan ditambah Sabtu-Minggu jadi 3 hari itu lumayan tuh untuk aktivitas di rumah, dan mungkin turisme juga akan terdorong sedikit," ujar Purbaya di Kantor Pusat DJP, Sabtu (21/3)
Pemilihan hari Jumat dinilai strategis karena berdekatan dengan akhir pekan (weekend). Selain untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi menuju kantor, skema ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor turisme domestik.
Meskipun optimistis, Menkeu menekankan bahwa tidak semua sektor bisa menerapkan kebijakan ini. Pemerintah sedang mengkaji jenis pekerjaan apa saja yang tetap harus dilakukan secara luring agar produktivitas tidak menurun.
"WFH bagaimana itu kadang-kadang ada hal-hal yang nggak bisa dikerjakan dengan baik kalau disuruh WFH. Karena kalau kita lihat WFH pasti kabur tuh," terang Purbaya.
Lihat Juga :