Bahaya Perang AS-Iran ke Kantong Warga RI: Harga BBM hingga Bahan Pokok Naik di Depan Mata
Minggu, 29 Maret 2026 - 11:00 WIB
Ia mengkritik pendekatan Amerika Serikat yang memadukan negosiasi dengan tekanan militer. Strategi tersebut dinilai merusak kepercayaan dan menghambat tercapainya kesepakatan yang stabil antara pihak-pihak yang berkonflik.
Dari sisi ekonomi, lonjakan harga energi dunia akan berdampak luas, mulai dari kenaikan biaya produksi hingga distribusi barang. Kondisi ini pada akhirnya berpotensi mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok di dalam negeri.
“Kenaikan harga minyak bukan sekadar angka di bursa komoditas. Ia merambat ke ongkos produksi, distribusi, transportasi, dan pada akhirnya ke harga kebutuhan pokok,” kata Achmad.
Ia mengingatkan bahwa dampak tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kenaikan harga sembako dan tekanan terhadap daya beli. Selain itu, risiko inflasi dan pelemahan nilai tukar juga perlu diwaspadai.
Baca Juga: Sebulan Perang AS-Iran, Harga Minyak Dunia Meroket Lebih 50%
Dari sisi ekonomi, lonjakan harga energi dunia akan berdampak luas, mulai dari kenaikan biaya produksi hingga distribusi barang. Kondisi ini pada akhirnya berpotensi mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok di dalam negeri.
“Kenaikan harga minyak bukan sekadar angka di bursa komoditas. Ia merambat ke ongkos produksi, distribusi, transportasi, dan pada akhirnya ke harga kebutuhan pokok,” kata Achmad.
Ia mengingatkan bahwa dampak tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kenaikan harga sembako dan tekanan terhadap daya beli. Selain itu, risiko inflasi dan pelemahan nilai tukar juga perlu diwaspadai.
Baca Juga: Sebulan Perang AS-Iran, Harga Minyak Dunia Meroket Lebih 50%
Lihat Juga :