Bangun Storage LNG di Serangan, Negara Setiap Tahun Bisa Hemat Rp8,4 Triliun
Jum'at, 10 April 2026 - 21:53 WIB
"Bayangkan, dengan adanya storage LNG di Serangan ini, negara bisa menghemat hingga USD500 juta (setara Rp8,4 triliun) per tahun. Dan yang paling penting, LNG ini bukan komoditas impor yang rentan gejolak geopolitik. Ini murni dihasilkan dari bumi Indonesia, dari ladang Tangguh di Papua," kata Praktisi Bisnis Energi alumni Institut Teknologi Bandung (ITB), Dicky Ahmad Gustyana dalam keterangannya dikutip, Jumat (10/4/2026).
Ia menambahkan, ketergantungan pada BBM impor sering kali menjadi bumerang bagi neraca perdagangan dan stabilitas harga di dalam negeri, terutama saat terjadi krisis di Timur Tengah.
"Kalau Timur Tengah bergejolak, bukan cuma barangnya susah dicari, harga meroket, tapi nilai tukar rupiah juga ikut tertekan naik. Dengan LNG domestik dari Tangguh, kita lebih mandiri dan terlindung dari guncangan eksternal," ujarnya.
Baca Juga: Pertamina dan ExxonMobil Menjajaki Pengembangan Carbon Capture Storage Hub
Dari sisi lingkungan, langkah ini disebut sebagai napas segar bagi Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia. Energi yang bersumber dari LNG jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan energi fosil seperti solar yang sangat polutif. Udara yang lebih bersih dinilai menjadi modal utama untuk menjaga kenyamanan wisatawan mancanegara dan domestik agar betah tinggal lebih lama di Bali.
Ia menambahkan, ketergantungan pada BBM impor sering kali menjadi bumerang bagi neraca perdagangan dan stabilitas harga di dalam negeri, terutama saat terjadi krisis di Timur Tengah.
"Kalau Timur Tengah bergejolak, bukan cuma barangnya susah dicari, harga meroket, tapi nilai tukar rupiah juga ikut tertekan naik. Dengan LNG domestik dari Tangguh, kita lebih mandiri dan terlindung dari guncangan eksternal," ujarnya.
Baca Juga: Pertamina dan ExxonMobil Menjajaki Pengembangan Carbon Capture Storage Hub
Dari sisi lingkungan, langkah ini disebut sebagai napas segar bagi Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia. Energi yang bersumber dari LNG jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan energi fosil seperti solar yang sangat polutif. Udara yang lebih bersih dinilai menjadi modal utama untuk menjaga kenyamanan wisatawan mancanegara dan domestik agar betah tinggal lebih lama di Bali.
Lihat Juga :