Ekonomi Sirkular dan Peran Perempuan Perkuat Ketahanan Iklim

Sabtu, 11 April 2026 - 22:36 WIB
Ia menjelaskan, perempuan tidak hanya berperan dalam menjaga hutan, tetapi juga mendukung ketahanan penghidupan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Namun demikian, kesetaraan peran antara perempuan dan laki-laki dalam perhutanan sosial masih menghadapi tantangan di lapangan meskipun secara regulasi telah diakomodasi.

Menurut Lilis, perempuan cenderung terlibat dalam aspek konservasi dan perlindungan biodiversitas, sementara laki-laki lebih dominan pada pemanfaatan ekonomi hutan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan afirmatif untuk meningkatkan partisipasi perempuan hingga 20–30 persen dalam pengelolaan perhutanan sosial.

Selain itu, buku tersebut juga menyoroti pentingnya transisi menuju ekonomi sirkular sebagai bagian dari strategi menghadapi krisis iklim. Pendekatan ini dinilai mampu mengurangi limbah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

Peneliti Monash University, Tanvi Maheswari, menyatakan bahwa implementasi ekonomi sirkular, seperti dalam program pemulihan Sungai Citarum, dapat dilakukan melalui pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan, mulai dari pengurangan limbah hingga pemanfaatan kembali material bernilai.

“Permasalahan iklim tidak dapat diselesaikan dengan satu regulasi, karena setiap daerah memiliki tantangan yang berbeda,” ujarnya, menekankan pentingnya pendekatan berbasis lokal dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!