Indonesia Lanjutkan Aksi Dedolarisasi, Transaksi Mata Uang Lokal Tembus Rp144 Triliun

Minggu, 12 April 2026 - 12:00 WIB
Transaksi dagang menggunakan non-dolar menjadi nilai tambah bagi perekonomian dari setor perdagangan internasional. FOTO/AP
JAKARTA - Pemerintah menekankan terbukanya peluang pengoptimalan transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT), seiring mayoritas mitra dagang utama Indonesia berasal dari negara-negara dengan ekonomi non-dolar. Penggunaan mata uang lokal digadang-gadang bisa menjadi nilai tambah bagi perekonomian dari setor perdagangan internasional.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan menitikberatkan bahwa transaksi LCT telah menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dalam nilai, partisipasi, dan adopsi pasar. Pada Januari–Februari 2026, nilai transaksi mencapai sekitar USD8,45 miliar atau setara Rp144 triliun, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang sebesar USD3,21 miliar.



"Bank Indonesia dan Pemerintah Indonesia telah bersama-sama memajukan kerangka LCT untuk mendiversifikasi pembayaran bilateral, meningkatkan efisiensi pasar, memperdalam pasar keuangan, dan pada akhirnya mengurangi volatilitas nilai tukar sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi," ujar Ferry dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (12/4/2026).

Baca Juga: Dedolarisasi Kian Nyata, BRICS Uji Sistem Pembayaran Baru Tanpa Dolar AS
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!