Makmur, OJK, dan APRDI Tingkatkan Literasi Reksa Dana di Sumut
Kamis, 23 April 2026 - 21:48 WIB
Selain OJK, kegiatan ini turut didukung Bursa Efek Indonesia melalui Kantor Perwakilan Sumatera Utara. Kepala Perwakilan BEI Sumut, Muhammad Pintor Nasution, menekankan pentingnya pemahaman risiko dalam berinvestasi. "Pasar modal akan selalu berfluktuasi. Yang terpenting adalah memahami profil risiko dan memegang prinsip bahwa investasi merupakan komitmen jangka panjang," kata Pintor.
Dalam kegiatan ini, Makmur memberikan edukasi mengenai kemudahan akses investasi reksa dana melalui platform digital. Associate Director Sales & Marketing Makmur, Endang Cahyani, menyampaikan bahwa investasi kini dapat dimulai dengan nominal terjangkau. "Saat ini mahasiswa bisa mulai belajar menyisihkan, bukan menyisakan. Investasi reksa dana dapat dimulai dari Rp10.000," ujarnya.
Baca Juga: OJK Tindak 233 Pelaku Manipulasi Pasar, Denda Capai Rp96,33 Miliar
Sementara itu, Ketua Presidium Dewan APRDI, Lolita Liliana, menekankan pentingnya pemahaman konsep pertumbuhan majemuk (compounding growth) sebagai fondasi investasi jangka panjang. Ia mendorong generasi muda untuk mulai berinvestasi sejak dini secara konsisten.
Program ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif lintas lembaga dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan, khususnya di wilayah dengan tingkat partisipasi investor yang masih relatif rendah. Sumatera Utara dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan pasar modal di masa depan.
Dalam kegiatan ini, Makmur memberikan edukasi mengenai kemudahan akses investasi reksa dana melalui platform digital. Associate Director Sales & Marketing Makmur, Endang Cahyani, menyampaikan bahwa investasi kini dapat dimulai dengan nominal terjangkau. "Saat ini mahasiswa bisa mulai belajar menyisihkan, bukan menyisakan. Investasi reksa dana dapat dimulai dari Rp10.000," ujarnya.
Baca Juga: OJK Tindak 233 Pelaku Manipulasi Pasar, Denda Capai Rp96,33 Miliar
Sementara itu, Ketua Presidium Dewan APRDI, Lolita Liliana, menekankan pentingnya pemahaman konsep pertumbuhan majemuk (compounding growth) sebagai fondasi investasi jangka panjang. Ia mendorong generasi muda untuk mulai berinvestasi sejak dini secara konsisten.
Program ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif lintas lembaga dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan, khususnya di wilayah dengan tingkat partisipasi investor yang masih relatif rendah. Sumatera Utara dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan pasar modal di masa depan.
(nng)
Lihat Juga :