Kolaborasi LIXIL Membuka Perspektif Baru Mendesain Ruang Hidup yang Lebih Baik

Selasa, 28 April 2026 - 13:36 WIB
Ia menyebut kolaborasi ini bermula dari pertemuan awal dengan LIXIL, di mana visi berbagai pihak langsung terasa sejalan. OASE menjadi katalisator yang membawa diskusi mengenai air dan arsitektur ke ranah yang lebih luas.

Lebih lanjut, Adi mengapresiasi komitmen kuat LIXIL yang tidak hanya menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga menyediakan wadah pertukaran gagasan dan pengetahuan di ekosistem industri. “Core dari paviliun ini sebenarnya adalah penelitian. Ruang ini hanya sebuah representasi dari perhatian kita terhadap satu isu tertentu yang sedang dihadapi di kota kita,” ujarnya.

Researcher Labtek Apung, Novita Anggraini memaparkan, riset yang diintegrasikan dalam paviliun ini juga dikembangkan secara lintas disiplin dengan melibatkan berbagai keahlian. Mulai dari ilmu kimia, lingkungan, sejarah, arkeologi, hingga teknik lingkungan dan perencanaan kota.

Melalui dukungan LIXIL, riset mengenai sejarah sanitasi dan perkembangan peradaban kota. Yang sebelumnya memiliki akses terbatas, kini dapat direfleksikan kepada publik secara lebih luas.

Novita menjelaskan pada masa kolonial Belanda, Batavia sempat menghadapi krisis serius berupa banjir dan wabah penyakit akibat ketergantungan masyarakat pada sungai dan kanal yang menjadi pusat aktivitas domestik hingga bisnis. Kondisi tersebut begitu krusial hingga mendorong para insinyur Eropa merancang ulang tata kota, berpindah dari Old Batavia menuju New Batavia yang kini menjadi pusat kota Jakarta.

Dari situ bisa melihat bahwa persoalan sanitasi dapat mempengaruhi tatanan sosial masyarakat. Sejarah ketergantungan terhadap air dan sanitasi sudah terlihat sejak dulu dalam perjalanan sebuah kota.

Menurutnya, riset ini telah dimulai sejak 2015 dan sebelumnya telah dipresentasikan dalam konferensi internasional di Singapura dan Jerman, namun akses publik di Indonesia masih sangat terbatas. ”Ketika bertemu dengan LIXIL, ini seperti oase. Sebuah riset bertemu dengan ekosistemnya. Semoga paviliun ini menjadi ruang bagi pengunjung untuk merefleksikan perjalanan kita sebagai sebuah peradaban yang terus merespons perkembangan zaman,” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!