BP BUMN: KAI Tak Sanggup Menanggung Beban Utang Whoosh Sendiri

Selasa, 28 April 2026 - 21:18 WIB
Ia menambahkan operasional Whoosh sejauh ini berjalan dengan baik, sehingga langkah yang diperlukan adalah penyesuaian pada sisi pembiayaan agar tidak mengganggu keberlangsungan layanan. "Yang kita selesaikan adalah bagaimana beban finansialnya. Operasional itu sudah berjalan dengan baik," ujar Dony.

Baca Juga: Tuntaskan Masalah Kereta Cepat, Bos Danantara Beberkan Opsi KCIC Diambil Alih Kemenkeu

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa skema restrukturisasi yang tengah disiapkan akan melibatkan koordinasi intensif dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Detail kebijakan akan diumumkan setelah proses finalisasi bersama otoritas fiskal rampung. Sinyal percepatan restrukturisasi juga dikatakan CEO Danantara, Rosan Roeslani yang menyebutkan keputusan administratif terkait penyelamatan proyek kereta cepat tersebut telah mendapat persetujuan dari pemerintah.

Menurut Rosan, keputusan tersebut telah ditetapkan oleh Agus Harimurti Yudhoyono selaku Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. "Sudah diputuskan oleh Pak Menko Infra," ujar Rosan singkat. Ia juga mengindikasikan implementasi kebijakan restrukturisasi akan mulai dijalankan dalam waktu dekat, dengan target pelaksanaan pada Mei 2026 sebagai langkah awal penyelamatan pembiayaan proyek kereta cepat Whoosh.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!