BNI Bukukan Laba Bersih Rp5,6 Triliun di Kuartal I-2026
Rabu, 29 April 2026 - 18:45 WIB
Peran tersebut diwujudkan melalui pembiayaan yang terarah, penguatan layanan keuangan, serta optimalisasi digitalisasi guna memastikan program pembangunan berjalan efektif dan berdampak luas. Dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), BNI berperan dengan menghadirkan solusi transaksi digital melalui Virtual Account dan BNIdirect untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.
Baca Juga: Sambut Lebaran 2026, BNI Siapkan Uang Tunai Rp23,97 Triliun
Pada Program Sekolah Rakyat, BNI menyediakan layanan perbankan digital yang terintegrasi, termasuk pembukaan rekening bagi siswa dan tenaga pendidik, serta penguatan ekosistem keuangan melalui Agen46. Di sisi lain, dukungan terhadap UMKM, koperasi, dan desa juga terus diperkuat melalui pembiayaan untuk program KDMP yang terhubung dengan Agen46, serta partisipasi dalam Program 3 Juta Rumah melalui penyaluran KPR FLPP.
“BNI akan terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sekaligus memperkuat peran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” kata Putrama.
BRAVE Jadi Fondasi Pertumbuhan Jangka Panjang
Putrama menambahkan, BNI terus melanjutkan program transformasi dalam menghadapi perubahan kondisi pasar dan persaingan yang semakin kompetitif, salah satunya melalui inisiatif BRAVE.
Melalui BRAVE, BNI menjalankan program pemberdayaan peran Branch (sampai dengan kantor cabang pembantu) sebagai point of sale utama dalam akuisisi bisnis, Region sebagai pengarah strategi eksekusi bisnis di wilayah, serta Area sebagai orkestrator eksekusi bisnis.
Pengembangan jaringan juga dilakukan melalui penataan coverage kerja tiap cabang berbasis potensi daerah yang didukung kapabilitas digital, sehingga aktivitas pemasaran dan alokasi sumber daya dapat dilakukan lebih efektif.
“Pendekatan ini memastikan setiap lini organisasi memiliki peran yang jelas dan saling terintegrasi, sehingga eksekusi strategi bisnis dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan memberikan hasil yang optimal di masing-masing wilayah,” kata Putrama.
Tak kalah penting, lanjut Putrama, adalah peningkatan kapabilitas SDM, yang dilakukan melalui program-program pengembangan, coaching mentoring, serta melalui eksposur pada implementasi model bisnis baru ini. Talent-talent BNI di frontline akan memiliki kapabilitas, skill, dan pengalaman yang lengkap sebagai seorang bankir, sehingga menjadi modal dan fondasi penting bagi keberlanjutan pertumbuhan kinerja jangka panjang, apalagi untuk industri berbasis jasa seperti perbankan.
Praktik Keberlanjutan
Direktur Risk Management BNI David Pirzada menuturkan bahwa BNI terus mendorong penerapan strategi keberlanjutan secara menyeluruh, baik dalam aktivitas operasional maupun penyaluran pembiayaan. Komitmen tersebut tercermin melalui penguatan inisiatif keuangan berkelanjutan, serta integrasi prinsip LST/ESG dan TJSL dalam kebijakan jangka panjang, guna memastikan keseimbangan antara kinerja bisnis dan kontribusi terhadap lingkungan serta masyarakat.
Komitmen tersebut tercermin dari penerbitan Sustainability Bond senilai Rp5 triliun pada 2025 dengan peringkat “idAAA”, serta Green Bond Rp5 triliun pada 2021, yang dananya digunakan untuk mendukung pembiayaan berwawasan lingkungan dan sosial sesuai standar nasional dan internasional. “BNI berkomitmen untuk terus memperluas pembiayaan berkelanjutan sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau,” kata David.
Di sisi pembiayaan, BNI terus memperluas portofolio berkelanjutan melalui Sustainability Linked Loan (SLL) dan skema green financing guna mendorong peningkatan kinerja ESG nasabah serta mendukung upaya penurunan emisi menuju target Net Zero Emission 2060.
Sebagai pionir Green Banking dan Agent of Development, BNI mengintegrasikan prinsip keuangan berkelanjutan ke dalam nilai, budaya kerja, strategi bisnis, dan kebijakan operasional. BNI juga berperan aktif mendorong transisi hijau nasional melalui pemanfaatan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) untuk mengarahkan investasi pada proyek-proyek berkelanjutan.
Baca Juga: Sambut Lebaran 2026, BNI Siapkan Uang Tunai Rp23,97 Triliun
Pada Program Sekolah Rakyat, BNI menyediakan layanan perbankan digital yang terintegrasi, termasuk pembukaan rekening bagi siswa dan tenaga pendidik, serta penguatan ekosistem keuangan melalui Agen46. Di sisi lain, dukungan terhadap UMKM, koperasi, dan desa juga terus diperkuat melalui pembiayaan untuk program KDMP yang terhubung dengan Agen46, serta partisipasi dalam Program 3 Juta Rumah melalui penyaluran KPR FLPP.
“BNI akan terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sekaligus memperkuat peran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” kata Putrama.
BRAVE Jadi Fondasi Pertumbuhan Jangka Panjang
Putrama menambahkan, BNI terus melanjutkan program transformasi dalam menghadapi perubahan kondisi pasar dan persaingan yang semakin kompetitif, salah satunya melalui inisiatif BRAVE.
Melalui BRAVE, BNI menjalankan program pemberdayaan peran Branch (sampai dengan kantor cabang pembantu) sebagai point of sale utama dalam akuisisi bisnis, Region sebagai pengarah strategi eksekusi bisnis di wilayah, serta Area sebagai orkestrator eksekusi bisnis.
Pengembangan jaringan juga dilakukan melalui penataan coverage kerja tiap cabang berbasis potensi daerah yang didukung kapabilitas digital, sehingga aktivitas pemasaran dan alokasi sumber daya dapat dilakukan lebih efektif.
“Pendekatan ini memastikan setiap lini organisasi memiliki peran yang jelas dan saling terintegrasi, sehingga eksekusi strategi bisnis dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan memberikan hasil yang optimal di masing-masing wilayah,” kata Putrama.
Tak kalah penting, lanjut Putrama, adalah peningkatan kapabilitas SDM, yang dilakukan melalui program-program pengembangan, coaching mentoring, serta melalui eksposur pada implementasi model bisnis baru ini. Talent-talent BNI di frontline akan memiliki kapabilitas, skill, dan pengalaman yang lengkap sebagai seorang bankir, sehingga menjadi modal dan fondasi penting bagi keberlanjutan pertumbuhan kinerja jangka panjang, apalagi untuk industri berbasis jasa seperti perbankan.
Praktik Keberlanjutan
Direktur Risk Management BNI David Pirzada menuturkan bahwa BNI terus mendorong penerapan strategi keberlanjutan secara menyeluruh, baik dalam aktivitas operasional maupun penyaluran pembiayaan. Komitmen tersebut tercermin melalui penguatan inisiatif keuangan berkelanjutan, serta integrasi prinsip LST/ESG dan TJSL dalam kebijakan jangka panjang, guna memastikan keseimbangan antara kinerja bisnis dan kontribusi terhadap lingkungan serta masyarakat.
Komitmen tersebut tercermin dari penerbitan Sustainability Bond senilai Rp5 triliun pada 2025 dengan peringkat “idAAA”, serta Green Bond Rp5 triliun pada 2021, yang dananya digunakan untuk mendukung pembiayaan berwawasan lingkungan dan sosial sesuai standar nasional dan internasional. “BNI berkomitmen untuk terus memperluas pembiayaan berkelanjutan sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau,” kata David.
Di sisi pembiayaan, BNI terus memperluas portofolio berkelanjutan melalui Sustainability Linked Loan (SLL) dan skema green financing guna mendorong peningkatan kinerja ESG nasabah serta mendukung upaya penurunan emisi menuju target Net Zero Emission 2060.
Sebagai pionir Green Banking dan Agent of Development, BNI mengintegrasikan prinsip keuangan berkelanjutan ke dalam nilai, budaya kerja, strategi bisnis, dan kebijakan operasional. BNI juga berperan aktif mendorong transisi hijau nasional melalui pemanfaatan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) untuk mengarahkan investasi pada proyek-proyek berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :