Astra Bukukan Laba Rp5,85 Triliun di Kuartal I-2026

Jum'at, 01 Mei 2026 - 11:00 WIB
Penurunan terjadi pada beberapa lini usaha utama. Pendapatan dari penjualan barang turun 7,1% menjadi Rp53,74 triliun, sementara segmen jasa dan sewa melemah 6,19% menjadi Rp16,43 triliun. Di sisi lain, bisnis jasa keuangan justru mencatat pertumbuhan 6,80% menjadi Rp8,49 triliun. Sejalan dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan juga ikut turun 4,72% menjadi Rp63,17 triliun, dibandingkan Rp66,30 triliun pada kuartal I-2025.

Rudy menilai ke depan kondisi pasar masih dibayangi ketidakpastian global, termasuk tensi geopolitik yang meningkat. “Kami akan terus mengelola tantangan jangka pendek secara cermat dan disiplin, dengan tetap fokus dalam menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Baca Juga: Astra Rombak Jajaran Pengurus: Tunjuk Bos Baru, Mantan Menkeu Isi Kursi Komisaris

Dari sisi neraca, total aset Astra tercatat Rp517,80 triliun hingga akhir kuartal I-2026, tumbuh 2,06% dibandingkan tahun sebelumnya. Aset tersebut terdiri dari ekuitas sebesar Rp239,12 triliun dan liabilitas Rp224,68 triliun
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!