Bennix: Sepanjang Indonesia Hobi Impor Minyak, Rupiah Bisa Babak Belur Tembus Rp20.000

Jum'at, 08 Mei 2026 - 11:25 WIB
Ia mengibaratkan ketergantungan Indonesia terhadap minyak impor seperti kecanduan yang terus menguras cadangan devisa. Benny menilai pola konsumsi energi berbasis impor selama bertahun-tahun membuat rupiah rentan melemah, terutama ketika harga minyak global melonjak.

Baca Juga: Rupiah Ambruk ke Rp17.424 per Dolar AS, Sentimen Pertumbuhan Ekonomi Belum Terasa

Selain faktor minyak, pelemahan rupiah juga dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya permintaan dolar AS di pasar internasional. Kondisi tersebut membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, menghadapi tekanan yang lebih besar.

Benny menilai penguatan sektor energi domestik dan pengurangan ketergantungan impor menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar dalam jangka panjang. Tanpa perubahan struktur konsumsi energi, tekanan terhadap rupiah dinilai akan terus berulang setiap kali harga minyak dunia meningkat.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!