KADIN Net Zero Hub Perkenalkan Arah Baru Percepat Dekarbonisasi Sektor Bisnis via Kolaborasi
Jum'at, 08 Mei 2026 - 18:09 WIB
Di saat yang sama, tren perdagangan global kini semakin menempatkan emisi karbon sebagai faktor strategis dalam daya saing industri. Seiring implementasi Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) dan meningkatnya kebutuhan data emisi yang terukur melalui sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV), pengelolaan emisi kini menjadi bagian penting dalam menjaga akses pasar, menekan risiko biaya ekspor, dan memperkuat posisi perusahaan dalam rantai pasok global.
Dalam sambutannya, Shinta Kamdani, Pembina Task Force of KADIN NZH, WKU Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pengembangan Berkelanjutan KADIN Indonesia, yang juga Honorary Trustee IBCSD, menegaskan bahwa dekarbonisasi merupakan agenda strategis yang tidak dapat ditunda.
“Dalam kepemimpinan KADIN pada periode ini, kami menempatkan transisi energi dan dekarbonisasi bukan sekadar sebagai isu lingkungan, melainkan sebagai agenda strategis yang sangat menentukan masa depan daya saing industri, ketahanan ekonomi nasional, dan kualitas pertumbuhan Indonesia dalam jangka panjang," ujar Shinta.
"Kami meyakini bahwa transformasi menuju ekonomi rendah karbon bukan lagi pilihan yang dapat ditunda, melainkan sebuah keharusan yang harus dijalankan bersama dengan visi yang jelas, langkah yang terukur, dan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan,” lanjut dia.
Senada, Elim Sritaba, PIC Task Force KADIN NZH dan Wakil Ketua Umum Tata Kelola Bisnis Berkelanjutan KADIN Indonesia, menekankan pentingnya pendekatan yang lebih operasional dan kolaboratif dalam implementasi dekarbonisasi di tingkat perusahaan.
“Komitmen menuju emisi nol bersih bukan lagi sekadar deklarasi, melainkan investasi strategis yang menentukan daya saing bisnis. Melalui KADIN Net Zero Hub, kami mendorong terbentuknya ekosistem kolaboratif yang membantu perusahaan merumuskan strategi, mengidentifikasi langkah implementasi, serta memastikan pelaporan yang transparan dan kredibel,” ujar Elim.
Kegiatan ini juga menghadirkan sesi berbagi praktik nyata dari perusahaan anggota KADIN NZH, yang menunjukkan bahwa dekarbonisasi dapat diintegrasikan ke dalam operasional bisnis sehari-hari dengan pendekatan yang praktis dan terukur.
Dalam sambutannya, Shinta Kamdani, Pembina Task Force of KADIN NZH, WKU Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pengembangan Berkelanjutan KADIN Indonesia, yang juga Honorary Trustee IBCSD, menegaskan bahwa dekarbonisasi merupakan agenda strategis yang tidak dapat ditunda.
“Dalam kepemimpinan KADIN pada periode ini, kami menempatkan transisi energi dan dekarbonisasi bukan sekadar sebagai isu lingkungan, melainkan sebagai agenda strategis yang sangat menentukan masa depan daya saing industri, ketahanan ekonomi nasional, dan kualitas pertumbuhan Indonesia dalam jangka panjang," ujar Shinta.
"Kami meyakini bahwa transformasi menuju ekonomi rendah karbon bukan lagi pilihan yang dapat ditunda, melainkan sebuah keharusan yang harus dijalankan bersama dengan visi yang jelas, langkah yang terukur, dan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan,” lanjut dia.
Senada, Elim Sritaba, PIC Task Force KADIN NZH dan Wakil Ketua Umum Tata Kelola Bisnis Berkelanjutan KADIN Indonesia, menekankan pentingnya pendekatan yang lebih operasional dan kolaboratif dalam implementasi dekarbonisasi di tingkat perusahaan.
“Komitmen menuju emisi nol bersih bukan lagi sekadar deklarasi, melainkan investasi strategis yang menentukan daya saing bisnis. Melalui KADIN Net Zero Hub, kami mendorong terbentuknya ekosistem kolaboratif yang membantu perusahaan merumuskan strategi, mengidentifikasi langkah implementasi, serta memastikan pelaporan yang transparan dan kredibel,” ujar Elim.
Kegiatan ini juga menghadirkan sesi berbagi praktik nyata dari perusahaan anggota KADIN NZH, yang menunjukkan bahwa dekarbonisasi dapat diintegrasikan ke dalam operasional bisnis sehari-hari dengan pendekatan yang praktis dan terukur.
Lihat Juga :