Cetak Rekor Tertinggi Baru, Harga Emas Diramal Tembus Rp2,9 Juta per Gram Pekan Depan

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:00 WIB
Baca Juga: Putin Sebut Tak Ada Bukti Iran Ingin Membuat Bom Nuklir, lalu Apa Tujuan Perang AS?

Penguatan indeks dolar yang diproyeksi Ibrahim tentu menjadi alarm bagi nilai tukar Rupiah. Namun, di sisi lain, penguatan dolar ini juga dipicu oleh data lapangan kerja AS bulan April yang solid, yang membuat Ketua Fed Kevin Walsh cenderung mempertahankan suku bunga. Satu faktor fundamental yang menjaga harga emas tetap tinggi adalah aksi borong oleh Bank Sentral global, terutama Tiongkok.

“Bank Sentral China memperkuat cadangan devisa nasionalnya, yaitu di kuartal pertama melakukan pembelian sebanyak 7,15 ton. Dengan tambahan tersebut, Tiongkok masuk lima besar negara dengan cadangan emas terbesar di dunia, yaitu sebesar 2.313,48 ton,” jelas Ibrahim.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!