Dunia Kehilangan 100 Juta Barel Minyak Tiap Minggu! Bos Aramco Bunyikan Peringatan Darurat

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:51 WIB
Tzabouras mencatat, bahwa lonjakan harga minyak yang berkepanjangan bukan tanpa konsekuensi, karena "harga tinggi yang berkelanjutan bakal membebani aktivitas ekonomi global dan meningkatkan bayangan penurunan permintaan."

Aramco Raup Untung di Tengah Perang AS versus Iran

Aramco melaporkan lonjakan laba bersih yang disesuaikan sebesar 26% secara tahunan untuk kuartal pertama tahun 2026 menjadi USD33,6 miliar. Angka tersebut jauh melampaui perkiraan analis sebesar USD26,6 miliar, menurut laporan keuangan yang dirilis pada hari Minggu, lalu.

Setelah penutupan efektif Selat Hormuz, perusahaan mengalihkan ekspornya melalui Jalur Pipa East-West, yang menghubungkan ladang minyak langsung ke Laut Merah. Aramco mendorong jalur pipa tersebut ke kapasitas maksimum 7 juta bph, mengembalikan ekspor sekitar 60% dari sebelum konflik pada akhir Maret.

"Harga minyak yang lebih tinggi jelas mendukung pendapatan, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil ini, tetapi volume ekspor tetap terbatas secara signifikan," kata Josh Gilbert, analis pasar di eToro.

Ia menambahkan bahwa krisis yang lebih luas "jauh dari kata selesai."

Sebagai eksportir minyak mentah terbesar di dunia, produsen yang dikendalikan negara terus memainkan peran penting dalam pasokan global, mengirim jutaan barel setiap hari ke pasar di Asia, Eropa, dan sekitarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!