Ditolak India, Kapal Tanker 60.000 Ton LNG Rusia Terdampar di Dekat Singapura

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:52 WIB
Keputusan New Delhi ini mempertegas upaya keseimbangan yang dilakukan India antara kebutuhan mengamankan energi murah dan menjaga hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat. Meski India saat ini tercatat sebagai pembeli minyak mentah laut Rusia terbesar di dunia, kargo tersebut masih terlindungi oleh keringanan sanksi sementara pasca-gangguan energi di Timur Tengah sejak Februari lalu.

Sebaliknya, untuk komoditas LNG, India tampak jauh lebih berhati-hati karena risiko kepatuhan yang dianggap jauh lebih tinggi bagi perbankan dan operator terminal internasional. Dampaknya, pabrik Portovaya di Baltik kini hanya mampu melakukan ekspor terbatas, seperti ke China dan pengiriman rutin ke wilayah eksklave Rusia di Kaliningrad.

Rusia dilaporkan terus mengejar kesepakatan jangka panjang untuk memasok LNG dan pupuk ke India guna mengalihkan pasar yang selama ini bergantung pada Eropa. Di sisi lain, India memberikan sinyal tetap terbuka untuk membeli LNG Rusia, namun dengan syarat ketat bahwa kargo tersebut harus berasal dari proyek yang bersih dari sanksi internasional.

Situasi ini semakin pelik di tengah imbauan Perdana Menteri Narendra Modi yang mendesak warga India untuk menghemat bahan bakar dan mengurangi ketergantungan impor. Langkah konservasi ini diambil saat India menghadapi gangguan distribusi energi melalui Selat Hormuz, jalur krusial yang sebelumnya memasok sekitar 60 persen kebutuhan gas nasional India.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!