Perang AS-Israel Lawan Iran Bikin Badai Ekonomi ke Seluruh Dunia, Sektor Bisnis Tekor Rp441 Triliun

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:54 WIB
Bahkan Eropa kini bisa kehabisan bahan bakar jet dalam beberapa minggu jika pasokan minyak terus terganggu oleh perang Iran. Peringatan itu diungkap kepala Badan Energi Internasional (IEA).

Baca Juga: Bos Bank Dunia Peringatkan Dampak Ngeri Penutupan Selat Hormuz: Ekonomi Global Tak Pulih Instan



Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol memperingatkan konsekuensi global yang luas dari apa yang ia gambarkan sebagai “krisis energi terbesar yang pernah kita hadapi,” yang dipicu gangguan terhadap minyak, gas, dan pasokan penting lainnya yang mengalir melalui Selat Hormuz.

Kapal tanker yang membawa bahan bakar tidak dapat mencapai pelabuhan Eropa, sementara jalur alternatif yang bisa dilalui tetap terbatas, kata Birol. Menurut kepala badan tersebut, Eropa mungkin hanya memiliki persediaan bahan bakar jet selama "sekitar enam minggu", dan kecuali Selat Hormuz dibuka kembali, "kita akan segera mendengar kabar" tentang pembatalan penerbangan karena kekurangan bahan bakar.

Industri Penerbangan Jadi Korban Terbesar

Sektor transportasi udara menjadi lini bisnis yang paling menderita. Dari total kerugian global, industri penerbangan menyumbang angka kerugian terbesar, yaitu hampir USD15 miliar (sekitar Rp240 triliun) akibat meroketnya harga avtur.

Kondisi ini diperparah oleh efek domino pada produk konsumen harian. CFO Newell Brands, Mark Erceg mensimulasikan bahwa setiap kenaikan harga minyak sebesar USD5, maka biaya operasional perusahaan otomatis membengkak USD5 juta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!