Bos Bank Dunia Peringatkan Dampak Ngeri Penutupan Selat Hormuz: Ekonomi Global Tak Pulih Instan

Minggu, 19 April 2026 - 13:59 WIB
loading...
Bos Bank Dunia Peringatkan...
Harapan bahwa ekonomi dunia bakal pulih dengan cepat jika perang Amerika Serikat (AS) bersama Israel melawan Iran berakhir, sepertinya harus dikubur dalam-dalam. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Harapan bahwa ekonomi dunia bakal pulih dengan cepat jika perang Amerika Serikat (AS) bersama Israel melawan Iran berakhir, sepertinya harus dikubur dalam-dalam. Presiden Bank Dunia , Ajay Banga memberikan peringatan keras bahwa kerusakan ekonomi yang telah terjadi tidak akan pulih dalam semalam, meskipun Selat Hormuz dibuka kembali besok.

Dalam pertemuan musim semi IMF di Washington pada 15 April, Banga menegaskan bahwa negara-negara terdampak harus bersiap menghadapi destabilisasi selama berbulan-bulan ke depan. Menyadari skala krisis yang masif, Bank Dunia telah menyiapkan rencana respons krisis tiga fase yang disebut sebagai dana perang (war chest).

Fase pertama yakni akses instan, dimana sebanyak USD20 hingga USD25 miliar sebagai dana darurat dapat diakses langsung oleh negara-negara terdampak tanpa perlu persetujuan baru. Kedua, jika konflik berlanjut hingga enam bulan, Bank Dunia siap mengucurkan hingga USD60 miliar.

Baca Juga: Rusia Peringatkan Krisis Energi Bakal Hantui Dunia Berbulan-bulan, Gencatan Senjata Belum Cukup?

Sebagai perbandingan, Bank Dunia hanya mengerahkan USD70 miliar selama seluruh periode pandemi Covid-19. Selanjutnya negara-negara terdampak memungkinkan untuk memanfaatkan dana yang sebelumnya telah disetujui tetapi belum dicairkan tanpa persetujuan tambahan dari dewan sehingga meningkatkan kecepatan respons.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
Lebih dari 2 Juta Pelayat...
Lebih dari 2 Juta Pelayat Hadiri Prosesi Pemakaman Khamenei di Najaf Irak
Ini Pemicu Utama Serangan...
Ini Pemicu Utama Serangan AS ke Iran
Prosesi Pemakaman Khamenei...
Prosesi Pemakaman Khamenei Digelar di Irak, Drone Iran Gempur Pasukan AS di Bahrain
Rekomendasi
Pancasila yang Kita...
Pancasila yang Kita Peringati, Pancasila yang Kita Khianati
Gunung Merapi Luncurkan...
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Kilometer Mengarah ke Hulu Kali Boyong
Microdrama Assassins...
Microdrama Assassin's Apprentice Falling for the Target: Misi Terakhir Sang Pembunuh Bayaran
Berita Terkini
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved