Kehadiran Wakil Ketua DPR di BEI Dinilai Jadi Sinyal Dukungan Negara di Tengah Pelemahan IHSG
Rabu, 20 Mei 2026 - 19:43 WIB
Kunjungan tersebut dimulai sekitar pukul 10:27 WIB, sementara tekanan di pasar saham sudah terlihat sejak pembukaan perdagangan pagi hari. IHSG dibuka di kisaran 6.599, sempat turun ke sekitar 6.565 pada menit-menit awal, sebelum sempat berbalik tipis ke zona hijau. Pada penutupan perdagangan, IHSG berakhir di level 6.370, turun 3,46% dari hari sebelumnya.
Peneliti Ekonomi GREAT Institute, Ani Asriyah menegaskan, bahwa mengaitkan pelemahan IHSG dengan kedatangan Sufmi Dasco Ahmad adalah pembacaan yang keliru secara temporal maupun analitis.
“Pasar sudah berada dalam tekanan bahkan sebelum rombongan tiba di gedung BEI. Karena itu, tidak tepat jika pelemahan IHSG hari ini dikaitkan dengan kunjungan Pak Dasco. Sebaliknya, justru bisa dikatakan jika kedatangan rombongan Pak Dasco bertujuan untuk menjaga kepercayaan pada bursa,” ujar Ani, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: Pelajaran Terbesar dari MSCI Rebalancing Mei 2026 dan Kejatuhan Pasar Modal Indonesia
Menurut GREAT Institute, ada sedikitnya tiga faktor utama yang sedang menekan pasar saham Indonesia. Pertama, efek rebalancing MSCI yang baru diumumkan pekan lalu. MSCI mencoret enam emiten Indonesia dari indeks global standar dan 13 emiten dari indeks small-cap dengan alasan konsentrasi kepemilikan yang tinggi dan persoalan transparansi.
FTSE Russell juga kemudian mengambil langkah serupa dengan mengumumkan penghapusan saham-saham Indonesia yang memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi, sambil tetap menunda full index re-ranking dan penambahan saham baru Indonesia setidaknya hingga September 2026. Sementara itu, Ani juga berpendapat bahwa saat ini indikator makro sedang mengalami pelemahan.
Peneliti Ekonomi GREAT Institute, Ani Asriyah menegaskan, bahwa mengaitkan pelemahan IHSG dengan kedatangan Sufmi Dasco Ahmad adalah pembacaan yang keliru secara temporal maupun analitis.
“Pasar sudah berada dalam tekanan bahkan sebelum rombongan tiba di gedung BEI. Karena itu, tidak tepat jika pelemahan IHSG hari ini dikaitkan dengan kunjungan Pak Dasco. Sebaliknya, justru bisa dikatakan jika kedatangan rombongan Pak Dasco bertujuan untuk menjaga kepercayaan pada bursa,” ujar Ani, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: Pelajaran Terbesar dari MSCI Rebalancing Mei 2026 dan Kejatuhan Pasar Modal Indonesia
Menurut GREAT Institute, ada sedikitnya tiga faktor utama yang sedang menekan pasar saham Indonesia. Pertama, efek rebalancing MSCI yang baru diumumkan pekan lalu. MSCI mencoret enam emiten Indonesia dari indeks global standar dan 13 emiten dari indeks small-cap dengan alasan konsentrasi kepemilikan yang tinggi dan persoalan transparansi.
FTSE Russell juga kemudian mengambil langkah serupa dengan mengumumkan penghapusan saham-saham Indonesia yang memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi, sambil tetap menunda full index re-ranking dan penambahan saham baru Indonesia setidaknya hingga September 2026. Sementara itu, Ani juga berpendapat bahwa saat ini indikator makro sedang mengalami pelemahan.
Lihat Juga :