Danko Perluas Pasar Offline, Buka Pro Shop Kedua di LTC Glodok
Minggu, 24 Mei 2026 - 14:54 WIB
Pada showroom terbarunya ini, Danko menghadirkan sejumlah produk unggulan seperti water heater listrik, water heater gas, kitchen sink, hingga kran tarik. Untuk harga jual, produk water heater Danko dipasarkan mulai dari Rp1,5 juta, sedangkan produk kitchen sink ditawarkan mulai dari Rp2 juta.
Perusahaan menilai potensi pasar untuk produk water heater dan kitchen sink di kawasan Jakarta Barat masih sangat besar, terutama di area perdagangan seperti LTC Glodok.
Pembukaan showroom di LTC Glodok juga menjadi bagian dari strategi ekspansi nasional Danko untuk memperkuat pasar offline di pusat-pusat bisnis Jakarta. Saat ini kontribusi pasar retail modern dan toko spesialis terhadap total penjualan perusahaan disebut telah mencapai sekitar 40%.
Ke depan, Danko menargetkan ekspansi showroom secara agresif. Pada tahun ini perusahaan menargetkan pembukaan enam showroom Danko Pro Shop, disusul tambahan 10 showroom lagi pada tahun depan.
Baca Juga: Indonesia Dorong Pembentukan Global Water Fund di World Water Forum ke-10
Dalam menjaga daya saing di tengah kenaikan biaya produksi, perusahaan mengaku memilih menahan kenaikan harga jual meski harus mengurangi margin keuntungan. “Untuk menjaga harga tetap kompetitif, kami mengambil langkah tidak menaikkan harga jual dengan risiko mengurangi profit,” kata Martinus Jono.
Perusahaan menilai potensi pasar untuk produk water heater dan kitchen sink di kawasan Jakarta Barat masih sangat besar, terutama di area perdagangan seperti LTC Glodok.
Pembukaan showroom di LTC Glodok juga menjadi bagian dari strategi ekspansi nasional Danko untuk memperkuat pasar offline di pusat-pusat bisnis Jakarta. Saat ini kontribusi pasar retail modern dan toko spesialis terhadap total penjualan perusahaan disebut telah mencapai sekitar 40%.
Ke depan, Danko menargetkan ekspansi showroom secara agresif. Pada tahun ini perusahaan menargetkan pembukaan enam showroom Danko Pro Shop, disusul tambahan 10 showroom lagi pada tahun depan.
Baca Juga: Indonesia Dorong Pembentukan Global Water Fund di World Water Forum ke-10
Dalam menjaga daya saing di tengah kenaikan biaya produksi, perusahaan mengaku memilih menahan kenaikan harga jual meski harus mengurangi margin keuntungan. “Untuk menjaga harga tetap kompetitif, kami mengambil langkah tidak menaikkan harga jual dengan risiko mengurangi profit,” kata Martinus Jono.
Lihat Juga :