Gelombang PHK Hantam Pulau Jawa, Said Iqbal Ungkap 3 Faktor Penyebabnya
Senin, 25 Mei 2026 - 15:22 WIB
Meski demikian, Iqbal memastikan bahwa proses advokasi terhadap karyawan PT Xacti telah mencapai kesepakatan. Berdasarkan laporan anggota di lapangan, para pekerja yang terdampak mendapatkan kompensasi berupa pesangon sebesar dua kali ketentuan undang-undang ketenagakerjaan, termasuk uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak.
Namun potret buram ketenagakerjaan ini tidak berhenti di Depok. Di Jawa Barat lainnya, tepatnya di Karawang, tercatat total 1.323 orang terkena PHK dengan berbagai latar belakang, mulai dari penutupan perusahaan (295 orang), langkah efisiensi (294 orang), hingga alasan disharmoni manajemen.
Kelesuan ekonomi ini juga menjalar ke wilayah Banten, khususnya di Serang dan Tangerang. Sektor sepatu dan tekstil menjadi yang paling terdampak. Perusahaan-perusahaan seperti PT Sinhwa Bis, PT Lung Cheong, dan PT PWI tercatat telah merumahkan ratusan karyawannya.
Bahkan, raksasa produsen sepatu PT Nikomas Gemilang mulai melakukan efisiensi dengan mem-PHK 279 orang karyawannya pada bulan Mei ini. Penurunan daya beli masyarakat menjadi hantaman tersendiri bagi sektor otomotif yang sangat bergantung pada bahan baku impor. Hal ini terlihat jelas dari lesunya permintaan kendaraan di pasar domestik yang memicu penutupan unit usaha di daerah.
"Di Sidoarjo, CV Asri yang bergerak di bidang showroom mobil dan perbengkelan sudah mem-PHK 200 orang karena tidak kuat bertahan akibat permintaan mobil yang rendah, yang dipicu kenaikan harga jual imbas melemahnya Rupiah terhadap Dolar," jelasnya.
Baca Juga: Gelombang Badai PHK Masih Marak, Klaim JHT dan JKP Naik Tajam
Namun potret buram ketenagakerjaan ini tidak berhenti di Depok. Di Jawa Barat lainnya, tepatnya di Karawang, tercatat total 1.323 orang terkena PHK dengan berbagai latar belakang, mulai dari penutupan perusahaan (295 orang), langkah efisiensi (294 orang), hingga alasan disharmoni manajemen.
Kelesuan ekonomi ini juga menjalar ke wilayah Banten, khususnya di Serang dan Tangerang. Sektor sepatu dan tekstil menjadi yang paling terdampak. Perusahaan-perusahaan seperti PT Sinhwa Bis, PT Lung Cheong, dan PT PWI tercatat telah merumahkan ratusan karyawannya.
Bahkan, raksasa produsen sepatu PT Nikomas Gemilang mulai melakukan efisiensi dengan mem-PHK 279 orang karyawannya pada bulan Mei ini. Penurunan daya beli masyarakat menjadi hantaman tersendiri bagi sektor otomotif yang sangat bergantung pada bahan baku impor. Hal ini terlihat jelas dari lesunya permintaan kendaraan di pasar domestik yang memicu penutupan unit usaha di daerah.
"Di Sidoarjo, CV Asri yang bergerak di bidang showroom mobil dan perbengkelan sudah mem-PHK 200 orang karena tidak kuat bertahan akibat permintaan mobil yang rendah, yang dipicu kenaikan harga jual imbas melemahnya Rupiah terhadap Dolar," jelasnya.
Baca Juga: Gelombang Badai PHK Masih Marak, Klaim JHT dan JKP Naik Tajam
Lihat Juga :