Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Jum'at, 29 Mei 2026 - 20:47 WIB
Prancis tercatat sebagai negara dengan ketergantungan tertinggi terhadap energi nuklir. Pada 2024, negara tersebut memproduksi 361,7 terawatt-hour (TWh) listrik dari nuklir atau sekitar 67% dari total kebutuhan listrik nasional, sekaligus menegaskan posisinya sebagai pemimpin global dalam pemanfaatan energi ini.
Ukraina menempati posisi berikutnya dengan kontribusi nuklir sekitar 60% terhadap kebutuhan listrik, meski menghadapi tekanan konflik dan ancaman terhadap infrastruktur energi. Slovakia juga mengandalkan nuklir dengan porsi lebih dari 54% dari total konsumsi listrik.
Negara-negara Eropa lainnya seperti Hungaria, Belgia, dan Republik Ceko mencatat kontribusi nuklir yang signifikan, berkisar antara 37% hingga 47% dari total produksi listrik. Finlandia turut memperkuat peran nuklir dengan kontribusi sekitar 38% dalam bauran listrik nasional.
Baca Juga: Daftar Negara dengan Konsumsi Minyak Terbesar Dunia, di Mana Posisi Indonesia?
Di kawasan Asia, Korea Selatan menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan energi nuklir dengan kontribusi sekitar 32,5% pada 2024 dan target peningkatan hingga 35% pada 2036. Sementara itu, China terus memperluas kapasitas pembangkit nuklir sebagai bagian dari strategi penurunan emisi karbon.
Ukraina menempati posisi berikutnya dengan kontribusi nuklir sekitar 60% terhadap kebutuhan listrik, meski menghadapi tekanan konflik dan ancaman terhadap infrastruktur energi. Slovakia juga mengandalkan nuklir dengan porsi lebih dari 54% dari total konsumsi listrik.
Negara-negara Eropa lainnya seperti Hungaria, Belgia, dan Republik Ceko mencatat kontribusi nuklir yang signifikan, berkisar antara 37% hingga 47% dari total produksi listrik. Finlandia turut memperkuat peran nuklir dengan kontribusi sekitar 38% dalam bauran listrik nasional.
Baca Juga: Daftar Negara dengan Konsumsi Minyak Terbesar Dunia, di Mana Posisi Indonesia?
Di kawasan Asia, Korea Selatan menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan energi nuklir dengan kontribusi sekitar 32,5% pada 2024 dan target peningkatan hingga 35% pada 2036. Sementara itu, China terus memperluas kapasitas pembangkit nuklir sebagai bagian dari strategi penurunan emisi karbon.
Lihat Juga :