IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:00 WIB
Gangguan ini terjadi di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang memicu ketegangan di Timur Tengah. Aksi balasan Teheran terhadap sekutu Washington di kawasan tersebut berdampak pada terhambatnya jalur strategis Selat Hormuz, yang selama ini dilalui sekitar seperlima pasokan energi dunia.

Kondisi tersebut mendorong lonjakan harga energi dan pupuk, yang menurut ketiga lembaga internasional itu berdampak lebih besar pada negara berpenghasilan rendah. Kenaikan harga pupuk dinilai sangat mengkhawatirkan, terutama ketika banyak negara tengah memasuki musim tanam.

IMF, Bank Dunia, dan IEA sebelumnya telah membentuk kelompok koordinasi sejak April untuk merespons krisis ini, dengan fokus pada dukungan bagi negara-negara yang paling rentan terhadap gejolak ekonomi global.

Kepala IMF Kristalina Georgieva menyatakan konflik tersebut telah memaksa penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Ia memperkirakan negara-negara rentan membutuhkan bantuan keuangan antara USD20 miliar hingga USD50 miliar untuk menghadapi dampak krisis.

Baca Juga: Menhan AS Tegaskan Tak akan Lagi Subsidi Negara-negara Kaya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!