Mal Tetap Buka Saat PSBB II Tapi Penyewa Pusat Belanja Malah Merana, Kok Bisa?

Senin, 21 September 2020 - 12:17 WIB
"Untuk semua utility energi harus dibayar, listrik harus dinyalakan. Jadi, kita mengeluarkan biaya dengan tidak ada income, itu lebih berbahaya. Mending saya diem tidak ada income," kata dia.

Dia menerangkan, jika dilihat pergerakan pada PSBB pertama kali diberlakukan, para penyewa pusat belanja memang tidak memperoleh pendapatan namun telah mempunyai 'tabungan' yang cukup baik dari kegiatan usaha di bulan Januari dan Februari.

Lalu, pada PSBB transisi diberlakukan, hal itu telah terjadi perbaikan ekonomi namun tidak bisa menutupi seluruh kebutuhan karena ekonomi harus dijalankan untuk recovery perlahan dan tidak bisa menutupi seluruh kebutuhan tapi ada pergerakan. (Baca juga: BPS: Tidak Dibantu Pemerintah, 19% Pengusaha Terancam Bangkrut )

"Nah, menjelang recovery kita dikunci lagi kembali ke titik di bawah 50 persen. Sekarang (penyewa pusat belanja) sudah banyak di ICU nih, dia sudah tidak bisa dikasih obat atau vitamin yang harus dikasih ventilator. Karena kenapa? terlalu lama kita menanggung beban ini tidak dibantu signifikan oleh pemerintah yang mengeluarkan aturan ini. Jadi, kita bisa ngapain? kecuali melakukan efisiensi kemandirian kita sendiri," ucapnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!