Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi

Senin, 01 Juni 2026 - 08:35 WIB
Ia menilai penguatan ekonomi domestik akan menjadi faktor utama yang mendorong penguatan nilai tukar rupiah dalam jangka menengah hingga panjang. Menurutnya investor asing, terutama investor penanaman modal asing langsung (FDI), akan terus tertarik menanamkan modal di negara dengan prospek pertumbuhan yang menjanjikan.

Purbaya juga mengklaim Indonesia masih memiliki kinerja pertumbuhan yang relatif lebih baik dibandingkan banyak negara lain. Bahkan, menurutnya, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di posisi kedua di antara negara-negara anggota G20 setelah India.

"Pertumbuhan kita jauh lebih cepat dibandingkan banyak negara, bahkan di G20 kita berada di peringkat kedua setelah India. Jadi, prospek ekonomi kita kuat dan pelemahan rupiah belum memberikan efek pelemahan pada aktivitas ekonomi kita," tegasnya.

Baca Juga: Mengulik Biang Kerok Terkaparnya Rupiah Lawan Dolar Singapura ke Rp14.000, Sesuai Ramalan?



Selain faktor domestik, Purbaya juga menyoroti potensi membaiknya kondisi global dalam beberapa bulan ke depan. Ia menilai perkembangan geopolitik yang lebih kondusif berpotensi mengurangi tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!